Penggunaan Aksara Nusantara Diwacanakan Jadi Bagian TKDN Perangkat Digital

Kompas.com - 24/03/2022, 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut berupaya mendorong pelestarian Aksara Nusantara dengan cara penerapan pada perangkat digital.

Rencananya, perangkat digital yang masuk Indonesia wajib mengakomodir Aksara Nusantara, sebagai bagian dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Hal itu sebagai tindak lanjut penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap Font, Papan tombol, Transliterasi Aksara Jawa, Sunda dan Bali. 

Upaya mendorong TKDN Aksara Nusantara pada perangkat digital yang masuk Indonesia ini dibahas lintas kementerian dan lembaga pada 14 Maret 2022 lalu.

Baca juga: Kemenperin Dorong Produk Farmasi Ber-TKDN Tinggi

 

Sejumlah kementerian dan lembaga yang terlibat yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). 

Rapat tersebut menyepakati untuk mewajibkan perangkat digital yang beredar di Indonesia agar bisa mengakomodir Aksara Nusantara yang terstandar SNI masuk ke dalam perangkat digital.

Baca juga: Wamen BUMN Dorong Surveyor Indonesia Gencarkan Sertifikasi TKDN

 

Upaya ini dimaksudkan agar Aksara Nusantara bisa setara dengan aksara luar yang sudah lebih dulu hadir dalam perangkat digital, seperti Arabic, Cyrilic, China, Hangeul, dan lainnya.

“Kami akan membantu proses implementasi agar Aksara Nusantara bisa dijadikan sebagai bagian dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," kata Slamet Riyanto, perwakilan Kemenperin dalam rapat tersebut, melalui rilis, Kamis (24/3/2022).

“Kami sepakat bahwa Aksara Nusantara nantinya bisa masuk ke dalam bagian TKDN, hanya saja masih diperlukan kajian skenario lebih lanjut, dengan melibatkan seluruh vendor perangkat digital yang ada," lanjutnya. 

"Diharapkan setelah semua skenarionya berjalan, agar dapat dituangkan menjadi sebuah kebijakan Pemerintah yang baku.” 

Baca juga: TKDN Produk Kabel Tembus 95 Persen, Menperin: Predikatnya Wajib Dibeli

Sementara menurut Direktir SDPPI Kominfo Mulyadi, pemberlakuan SNI Aksara Nusantara diharapkan dapat mengenalkan kembali Aksara Nusantara secara bertahap kepada masyarakat melalui platform digital.

Harapannya, ke depan pemanfaatan hasil digitalisasi Aksara Nusantara dapat difasilitasi penerapan TKDN dalam perangkat digital yang digunakan di Indonesia.

“Agenda rapat kali ini merupakan diseminasi kepada para vendor aplikasi dan perangkat informatika yang akan diadakan oleh Kemenperin. Diharapkan ke depan akan dapat menyepakati linimasa penerapan Aksara Nusantara digital,” kata Mulyadi. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.