Sri Mulyani: Anggaran Kementerian Enggak Fleksibel, Terkotak-kotak di Tingkat Dirjen

Kompas.com - 14/04/2022, 10:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran kementerian/lembaga tidak fleksibel untuk menjalankan program prioritas di bawah wewenangnya.

Bendahara negara ini menyebut, anggaran yang disalurkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) biasanya sudah dijatah untuk masing-masing eselon I atau tingkat direktur jenderal (dirjen) K/L tersebut.

Hal ini membuat serapan anggaran tergantung pada eselon I. Bahkan level menteri pun sulit menggunakan anggaran secara fleksibel.

Baca juga: Tak Ingin RI Gagal Bayar Utang Seperti Sri Lanka, Sri Mulyani: Kita Akan Jaga...

"Karena anggarannya sudah dikotak-kotak di masing-masing eselon I, waktu Pak Menterinya mau melakukan sesuatu, ini menjadi sangat tidak fleksibel dan sering jadi tidak efisien," ucap Sri Mulyani dikutip dari tayangan Youtube Rakornas Pelaksanaan Anggaran Tahun 2022, Kamis (14/4/2022).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, jumlah eselon I di masing-masing K/L seringkali menjadi acuan dari banyaknya program yang dijalankan. Makin banyak eselon I, maka makin banyak program yang diusung.

Hal ini menandakan eselon I memiliki program yang terpisah-pisah. Ketika satu program di salah satu eselon I tidak berjalan baik, eselon I lainnya tidak bisa menggunakan anggaran secara fleksibel.

Padahal untuk mencapai tujuan pembangunan, setiap program harus bersinergi di tingkat ditjen bahkan antar kementerian/lembaga.

Baca juga: Sri Mulyani: Ada Kementerian Ngotot Minta Anggaran Lebih, tapi Pengelolaannya Amburadul

"Waktu mau mencapai tujuan, umpamanya satu kementerian tempatnya Pak Teten (Menkop UKM), kan tidak tergantung dari masing-masing dirjennya, tapi satu kementerian. Enggak bisa dipilah-pilah," seloroh Sri Mulyani.

Untuk itu, pihaknya bersama Kementerian PPN/Bappenas mencoba mereformasi cara penganggaran K/L.

Penyederhanaan bertujuan agar program di masing-masing K/L tidak mencerminkan kegiatan eselon I, melainkan untuk mencapai tujuan pembangunan, seperti perbaikan SDM, perbaikan pendidikan dan kesehatan, serta perbaikan kesejahteraan.

"Sehingga bisa berjalan di antara eselon I atau bahkan kementerian. Inilah yang kita sebut bahwa anggaran mengikuti program, money follow program. Program itu tidak di satu unit, apalagi unit yang kecil," tandasnya.

Baca juga: Manfaatkan Sisa Anggaran, Sri Mulyani Sebut Penarikan Utang Susut Rp 100 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Program Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Peserta Bakal Terima Insentif Rp 4,2 Juta

Program Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Peserta Bakal Terima Insentif Rp 4,2 Juta

Whats New
Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Mirae Asset Proyeksi Pelemahan IHSG Berlanjut pada Oktober

Ancaman Resesi Global Kian Nyata, Mirae Asset Proyeksi Pelemahan IHSG Berlanjut pada Oktober

Whats New
Ada Pembenahan di Stasiun Manggarai, 15 Jadwal KRL Terakhir Dibatalkan Malam Ini

Ada Pembenahan di Stasiun Manggarai, 15 Jadwal KRL Terakhir Dibatalkan Malam Ini

Whats New
Inflasi September Tertinggi Sejak 2014, Ekonom Sebut Bukan Skenario Terburuk

Inflasi September Tertinggi Sejak 2014, Ekonom Sebut Bukan Skenario Terburuk

Whats New
23 Hotel di Bali Siap Sambut Delegasi KTT G20

23 Hotel di Bali Siap Sambut Delegasi KTT G20

Whats New
Kemenaker Gelar Job Fair Virtual di 3 Provinsi, Catat Tanggalnya

Kemenaker Gelar Job Fair Virtual di 3 Provinsi, Catat Tanggalnya

Spend Smart
Simak, 20 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Versi GrabJobs

Simak, 20 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Versi GrabJobs

Rilis
IHSG Parkir di Zona Hijau, Sektor Energi Melesat 2 Persen

IHSG Parkir di Zona Hijau, Sektor Energi Melesat 2 Persen

Whats New
PMI Manufaktur RI 53,7 di September, Airlangga: Adanya Percepatan Pemulihan Ekonomi

PMI Manufaktur RI 53,7 di September, Airlangga: Adanya Percepatan Pemulihan Ekonomi

Whats New
Herman Khaeron Dedikasikan Diri Dampingi 1.000 Pelaku UMKM Jabar agar Naik Kelas

Herman Khaeron Dedikasikan Diri Dampingi 1.000 Pelaku UMKM Jabar agar Naik Kelas

Whats New
Berkat UMKM, Ekonomi Yogyakarta Mampu Pulih dari Pandemi Covid-19

Berkat UMKM, Ekonomi Yogyakarta Mampu Pulih dari Pandemi Covid-19

Whats New
Kuota BBM Bersubsidi Ditambah, Pertalite Jadi 29,91 Juta KL dan Solar 17,83 Juta KL

Kuota BBM Bersubsidi Ditambah, Pertalite Jadi 29,91 Juta KL dan Solar 17,83 Juta KL

Rilis
Targetkan Penanganan 10.000 Hektar Kawasan Kumuh, Ini Strategi Kementerian PUPR

Targetkan Penanganan 10.000 Hektar Kawasan Kumuh, Ini Strategi Kementerian PUPR

Whats New
Imbal Hasil Obligasi AS Terkontraksi, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level 15.283 per Dollar AS

Imbal Hasil Obligasi AS Terkontraksi, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level 15.283 per Dollar AS

Whats New
Mencegah Kehilangan Perpajakan dari Pengelolaan Dana Desa

Mencegah Kehilangan Perpajakan dari Pengelolaan Dana Desa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.