Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Pagi Ini

Kompas.com - 20/04/2022, 07:31 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar aset kripto tampak "cerah" pada Rabu (20/4/2022) pagi. Melansir Coinmarketcap, 9 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling berkilau pagi ini adalah Terra (LUNA) yang melesat 6,9 persen di posisi 95,6 dollar AS. Dilanjutkan oleh Solana (SOL) yang menanjak 6,2 persen di posisi 108,38 dollar AS, dan Polkadot (DOT) yang menguat 3,38 persen pada 18,85 dollar AS.

Selain itu, Bitcoin (BTC), Dogecoin (DOGE), dan Ethereum (ETH) masing–masing menguat 1,6 persen di level 41.483 dollar AS, 0,14 dollar AS, dan 3.105 dollar AS. Cardano (ADA) juga naik 1,5 persen pada level 0,9 dollar AS, diikuti Binance Exchange pada posisi 422 dollar AS atau naik 1,4 persen.

Baca juga: 3 Bos Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Izin Ekspor Minyak Goreng, Asosiasi Pengusaha Kecewa

Sementara itu, Tether (USDT) naik 0,01 persen di posisi 1 dollar AS, hal ini berbeda dengan USD Coin (USDC) yang melemah 0,001 persen di level 0,9 dollar AS. Sebagai informasi USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Mengutip Coindesk, Bitcoin dan aset kripto lainnya diperdagangkan lebih tinggi pada hari Selasa karena sentimen bearish selama seminggu terakhir tampaknya memudar. Sebagian besar aset kripto alternatif bahkan mengungguli bitcoin, menunjukkan selera risiko yang lebih besar di antara para pedagang.

Sentimen juga mulai membaik di kalangan pedagang kripto, dibuktikan dengan sedikit kenaikan pada Bitcoin Fear & Greed Index pada hari Selasa. Namun, beberapa pembeli tetap mencermati, karena BTC diperdagangkan dalam kisaran sempit antara 32.000 dollar AS hingga 46.000 dollar AS.

Baca juga: Dari Telkom hingga Pertamina, Ini Lowongan Rekrutmen Bersama BUMN 2022 yang Masih Terbuka

Pergerakan saham di Wall Street juga lebih tinggi pada hari Selasa meskipun imbal hasil Treasury 10 tahun naik menuju 2,9 persen, dan merupakan level tertinggi sejak 2018. Emas, aset safe haven diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah selama 24 jam terakhir, yang mana ini menunjukkan sedikit potensi risk-on di pasar global.

"Meskipun dua bulan tambahan konsolidasi side ways, sebagian besar pasar tampaknya tidak mau membelanjakan dan menjual koin mereka, bahkan jika koin mereka ditahan meskipun dalam kerugian," kata vendor data blockchain, Glassnode.

Baca juga: Mulai 1 Juli 2022, Limit Saldo Uang Elektronik Naik Jadi Rp 20 Juta

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual mata uang kripto. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual mata uang kripto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CoinDesk
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Luhut Nilai Peringatan HUT Ke-77 RI Sangat Spesial, Ini Alasannya

Whats New
Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Sandiaga Uno Ajak Investor Brunei Darussalam Tanam Investasi di 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.