Biaya Logistik Naik, Laba Bersih Panca Mitra Multiperdana Turun 13 Persen

Kompas.com - 28/04/2022, 22:03 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) membukukan laba bersih sebesar 9,3 juta dollar AS pada tahun 2021, menurun 13 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, PMMP mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 3 persen secara yoy menjadi 175,8 juta dollar AS.

Peningkatan tersebut turut mendongkrak laba kotor perseroan sebesar 15,7 persen secara yoy menjadi 40,9 juta dollar AS dari pencapaian tahun 2020 sebesar 35,3 juta dollar AS.

Baca juga: Dana Jaminan Sosial BP Jamsostek Tumbuh meski Klaim Meningkat

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengatakan, sepanjang tahun lalu perseroan meningkatkan porsi penjualan produk cooked shrimp dan value added shrimp.

"Porsi penjualan Cooked Shrimp berhasil mencapai 58 persen dan porsi penjualan Value Added Shrimp berhasil mencapai 22 persen dari total penjualan tahun 2021," ujar dia dalam keterangannya, Kamis (28/4/2022).

PMMP mencatat, total penjualan cooked shrimp pada tahun 2021 mencapai 101,8 juta dollar AS, meningkat sebesar 15,2 persen secara yoy dari pencapaian tahun 2020 sebesar 88,3 juta dollar AS.

Sementara itu, untuk total penjualan value added shrimp tahun 2021 mencapai 39,2 juta dollar AS, meningkat sebesar 37,7 persen secara yoy.

Sebaliknya, total penjualan raw shrimp tahun 2021 turun 35,6 persen secara yoy menjadi 34,6 juta dollar AS. 

Baca juga: Jasa Marga Beberkan Kepadatan Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek Hari Ini

Martinus menjelaskan, dengan adanya penerapan strategi bisnis ini, perseroan mampu meningkatkan marjin laba kotor perseroan secara signifikan dibandingkan tahun 2020.

"Marjin laba kotor kami pada tahun 2021, berhasil mencapai 23,3 persen atau meningkat sebesar 260bps dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar 20,7 persen," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PMMP Christian Jonathan Sutanto menjelaskan,  penurunan profitabilitas perseroan terutama di laba operasi dan laba bersih disebabkan oleh melonjaknya biaya pengiriman dan logistik akibat adanya kelangkaan kontainer selama tahun 2021.

Dia menuturkan, total biaya pengiriman meningkat secara signifikan tahun lalu, yakni sebesar 95 persen secara tahunan.  Dengan hampir meningkat sebesar dua kali lipat, kenaikkan laba kotor perseroan pun belum mampu menutupi kenaikan biaya angkut tersebut.

"Hal ini juga menyebabkan laba bersih kami juga tergerus pada tahun 2021," ucapnya.

Baca juga: Mudah, Ini 3 Cara Cek Tarif Tol Secara Online untuk Mudik Lebaran 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.