Mata Garuda Banten
Perkumpulan Alumni Beasiswa LPDP di Provinsi Banten

Perkumpulan alumni dan awardee beasiswa LPDP di Provinsi Banten. Kolaborasi cerdas menuju Indonesia emas 2045.

Perkembangan UMKM Sektor Jasa Konstruksi di Masa Pandemi

Kompas.com - 17/05/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Christian Gerald Daniel dan Mazmuria Irene Imanuella*

USAHA Mikro Kecil Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam tatanan perekonomian Indonesia saat ini. Keberadaannya tidak kalah saing dibandingkan dengan usaha berskala besar.

Sebanyak 99 persen (65,46 juta) pangsa pasar usaha Indonesia didominasi oleh UMKM. Tidak heran jika UMKM bukan hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga menjadi ujung tombak perputaran ekonomi dalam negeri.

Akan tetapi, situasi pandemi COVID-19 membuat seluruh sendi ekonomi kita mengalami tantangan besar. UMKM menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kata Data tahun 2020, dengan kondisi pandemi, sebanyak 56,8 persen UMKM berada dalam kondisi buruk. Hanya 14,1 persen UMKM yang masih berada dalam kondisi baik.

Mayoritas UMKM di Jabodetabek sebesar 82,9 persen merasakan dampak negatif dari pandemi dan hanya 5,9 persen yang mengalami pertumbuhan positif. Dampak negatif tersebut diukur dari adanya penuruan omzet dari para pelaku usaha.

Adapun jumlah UMKM yang terdampak dan mengalami penurunan omzet sebanyak lebih dari 30 persen UMKM dan hanya 3,8 persen UMKM yang mengalami peningkatan omzet.

Untung saja, pemerintah telah cukup berhasil dalam upayanya menstabilkan sistem perekonomian dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan pertumbuhan kredit usaha untuk UMKM hingga mencapai 14,98 persen yoy di Maret 2022, dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan – NPL) menurun dari 9,40 persen hingga mencapai 4,04 persen.

Pertumbuhan Penyaluran Kredit Perbankan ke UMKM Christian Gerald Daniel dan Mazmuria Irene Imanuella Pertumbuhan Penyaluran Kredit Perbankan ke UMKM
Lebih jauh lagi, pola konsumsi masyarakat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.