Saham Twitter Anjlok Lagi, Usai Elon Musk Sebut Ada Manipulasi Alogaritma

Kompas.com - 17/05/2022, 11:20 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga saham Twitter jatuh 8,1 persen pada penutupan perdagangan Wall Street, Senin (16/5/2022) waktu setempat (Selasa WIB). Saham Twitter ditutup pada level 37,39 dollar AS, atau turun dibandingkan pada penutupan pada 1 April 2022, di level 39,31 dollar AS.

Mengutip CNBC, penurunan harga saham Twitter tidak lepas dari sentimen rencana akuisisi CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Dalam beberapa hari terakhir, saham Twitter bergejolak usai pada pekan lalu Musk mengatakan akan menunda kesepakatan akusisi, karena pihaknya tengah mengkalkulasikan banyaknya akun palsu di Twitter.

Pada awal pekan ini, Musk mengatakan terdapat 20 persen akun Twitter palsu. Sementara menurut kalkukasi Twitter, sementara akun palsu berjumlah 5 persen dari total pengguna aktif.

Baca juga: Jokowi Bertemu Elon Musk, Ini yang Dibahas

Pada hari yang sama, Musk mengungkapkan adanya manipulasi alogaritma pada halaman Twitter.

Dalam cuitannya, ia menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan pengguna untuk memperbaiki “feed” pribadi pada laman Twitter. Pertama, dengan mengetuk tombol beranda, lalu ketuk tanda bintang di kanan atas layar, dan pilih “Lates Tweets”.

“Anda sedang dimanipulasi oleh alogaritma dengan cara yang tidak Anda sadari. Mudah untuk beralih bolak-balik untuk melihat perbedaannya,” cuit Musk.

“Alogaritma secara tidak sengaja memanipulasi atau memperkuat sudut pandang Anda tanpa Anda sadari ini sedang terjadi,” lanjut dia.

Usai munculnya kicauan tersebut, para investor banyak yang melakukan aksi jual saham karena khawatir Musk akan mengabaikan kesepakatannya untuk membeli Twitter seharga 44 miliar dollar AS, atau 54,2 dollar AS per saham.

Namun demikian, Musk mengisyaratkan akan menegosiasikan akuisisi tersebut, namun dengan harga yang lebih rendah. Sebelumnya, CEO Twitter Parag Agrawal mengatakan, pihak Twitter saat ini tengah memerangi spam dan menentukan berapa persentase akun palsu di platform.

Namun demikian, perusahaan tidak dapat secara terbuka mengungkapkan detail spesifik dari proses karena sebagian bergantung pada informasi pengguna pribadi.

“Kami membagikan gambaran umum tentang proses estimasi dengan Elon seminggu yang lalu dan berharap dapat melanjutkan percakapan dengannya, dan Anda semua,” tulis Agrawal.

Baca juga: Wall Street Mayoritas Merah, Saham Twitter dan Tesla Rontok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.