Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok Tren Bank Digital Syariah di Indonesia, Bagaimana Prospeknya?

Kompas.com - 24/07/2022, 07:35 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Bank digital masih sering dianggap menjadi pelengkap dari layanan perbankan konvensional yang ada. Bahkan, sebagian masyarakat masih mempertanyakan apa perbedaan bank digital dan bank konvensional.

Head of Sharia Business Bank Jago Roy Iskandar mengatakan, saat ini terdapat jarak kesenjangan antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional. Jurang tersebut masih bertambah lebar karen saat ini ditambah dengan perbankan digital.

"Kontribusi aset perbankan syariah tidak pernah mencapai double digit dari perbankan konvensional. Terakhir diketahui (perbankan syariah) hanya 7 persen sumbangannya. Itu juga tidak 7 persen, tetapi 6,9 persen," jelas dia kepada awak media di Makassar, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: Soal Bank Digital, OJK Janji Akan Lebih Proaktif

Tantangan bank digital syariah

Sedangkan, saat ini perbankan mulai memasuki tren bank digital. Ia menambahkan, saat ini seharusnya bank digital berbasis syariah juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat.

Menurut Roy, animo masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah sebenarnya cukup tinggi. Namun demikian, literasi perbankan syariah di tengah masyarakat masih perlu didongkrak.

"Kalau kami tantangannya ada dua, pertama literasi digital dan literasi syariahnya itu sendiri. Jadi memang harus dimulai dulu. Suatu saat orang akan aware, sekarang ada pelayanan digital berbasis syariah," kata dia.

"Dan beberapa segmen memang sangat syariah minded, jadi mereka tidak banyak mikir. Pokoknya selama dia (produk keuangan) syariah pasti akan hajar," timpal dia.

Baca juga: Kunci Bank Digital adalah Ekosistem, Bank Syariah Bisa Perkuat Modal dengan IPO

Bank konvensional vs bank syariah

Oleh karena itu, Bank Jago Syariah pertama-tama menawarkan akad wadiah atau titipan. Adapun akad ini berarti nasabah tidak akan mendapatkan bunga dan tidak dipungut biaya admin.

Lebih jauh Roy menjelaskan, ketika nasabah mendapat penawaran menggunakan akad mudharabah, akan lebih sulit untuk dapat mengidentifikasi perbedaan perbankan syariah dan konvensional.

Akad mudharabah sendiri merupakan akad yang menawarkan keuntungan berupa bagi hasil.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+