Waspada, Ini Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja ke Luar Negeri

Kompas.com - 28/08/2022, 17:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini kasus penipuan lowongan kerja ke luar negeri dengan janji akan mendapatkan gaji fantastis makin ramai disorot.

Dilansir dari unggahan Instagram Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia @kemnaker ditulis, pemerintah menegaskan WNI wajib mewaspadai tawaran kerja ke luar negeri.

Terutama, pencari kerja perlu waspada terhadap lowongan kerja ke luar negari yang berasal dari media sosial.

"Menjadi pekerja migran yang resmi lebih aman dan terlindungi negara," tulis unggahan tersebut, dikutip Minggu (28/8/2022).

Baca juga: Astra Otoparts Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA dan S1, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Untuk dapat mengidentifikasi penipuan lowongan kerja ke luar negeri melalui media sosial, berikut ini adalah ciri-ciri penipuan lowongan kerja yang diungkapkan Kemenaker.

Pertama, lowongan kerja datang dari akun media sosial milik orang perseorangan yang tidak terdaftar sebagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Kemudian, syarat dan pendaftaran kerja cenderung telihat ringan.

Yang perlu diperhatikan, ciri-ciri penipuan lowongan kerja ke luar negeri yang paling sering terjadi adalah dengan menawarkan gaji yang tinggi dan fantastis. Pun, lowongan kerja penipuan biasanya juga memungut biaya pendaftaran.

Selain itu, pencari kerja perlu waspada ketika menemui lowongan pekerjaan yang meminta data pribadi secara langsung.

Baca juga: Lowongan Kerja Kontraktor Pertambangan, Ini Posisi dan Syaratnya

Untuk penipuan lowongan kerja ke luar negeri, perusahaan biasanya akan menjanjikan untuk menanggung semua biaya keberangkatan ke negara tujuan.

Selain itu, dalam proses bekerja, calon pekerja biasanya akan menggunakan visa kunjungan, wisata, atau ziarah dan bukan menggunakan visa kerja.

Terakhir, ciri-ciri penipuan lowongan kerja ke luar negeri biasanya kontrak kerja tidak ada dan tidak jelas dari awal sebelum berangkat.

Sebagai informasi, terdapat tiga lembaga atau perusahaan yang bisa menempatkan pekerja migran Indonesia yakni Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan perusahaan yang menempatkan Pekerja Migran Indonesia untuk kepentingan perusahaan sendiri dengan memiliki izin dari Menteri Ketenagakerjaan.

Proses bekerja ke luar negeri dilakukan di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Baca juga: Lowongan Kerja Super Indo untuk Lulusan SMA-SMK hingga S1, Simak Posisi dan Persyaratannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perpres 112/2022 Ditargetkan Dorong Investasi Hijau

Selain Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perpres 112/2022 Ditargetkan Dorong Investasi Hijau

Whats New
Meningkat Selama 3 Tahun, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia 2022 Sebesar 23,3 Persen

Meningkat Selama 3 Tahun, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia 2022 Sebesar 23,3 Persen

Whats New
Info Biaya Balik Nama Motor, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Info Biaya Balik Nama Motor, Syarat, dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Whats New
Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Whats New
Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.