BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BCA

Awas Modus Penipuan BCA Mobile Palsu, Begini Cara Mencegahnya

Kompas.com - 13/09/2022, 16:25 WIB


KOMPAS.com –
Penipuan yang mengatasnamakan bank masih menjadi kekhawatiran yang dirasakan oleh nasabah bank di Indonesia. Ada banyak modus yang kerap dilancarkan para penipu agar nasabah bisa terkecoh, salah satunya adalah modus phishing.

Sebagai informasi, phishing merupakan tindakan penipuan dengan modus memancing korban untuk mengeklik link atau tautan tertentu. Skema phishing diawali oleh link palsu yang dibuat pelaku. Lalu, tautan palsu tersebut dikirimkan melalui short message services (SMS) atau aplikasi messenger ke nomor korban.

Baca juga: Syarat dan Cara Mengurus Kartu ATM BCA yang Hilang dengan Mudah

Hampir semua bank pernah mendapatkan pelaporan dari nasabah yang terkecoh dengan model penipuan phishing, tak terkecuali PT Bank Central Asia (BCA). Metode phishing yang paling umum dialami nasabah BCA mendapatkan SMS berisikan tautan phishing ke sebuah laman yang tampilannya mirip aplikasi BCA mobile.

Jika korban tertipu dan mengeklik link tersebut, ponsel korban akan menampilkan laman yang mirip dengan BCA mobile. Selanjutnya, korban akan digiring untuk menginput informasi kredensial, seperti username dan password.

Baca juga: Apa itu Penipuan Email Phishing? Simak Modus dan Ciri-cirinya

Untuk menggiring calon korban mengakses link tersebut, biasanya pelaku terlebih dahulu melakukan manipulasi psikologi calon korban. Pelaku menelepon calon korban menggunakan nomor telepon yang menyerupai customer services Halo BCA, yakni 1500888, tetapi diawali kode 021, +62, atau 02.

Setelah tersambung, pelaku berpura-pura sebagai petugas Halo BCA dan menginformasikan calon korban bahwa terdapat transaksi mencurigakan dalam jumlah besar di rekeningnya. Contohnya, pembelian pulsa dengan nominal Rp 4 juta.

Dengan suara yang meyakinkan, tidak sedikit calon korban panik mendengar berita tersebut karena tidak merasa melakukan transaksi. Mengetahui calon korbannya panik, pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk mengembalikan nominal transaksi dengan memberikan link https://link-block.online/bank-bca melalui pesan singkat (SMS).

Link phishing akan membawa korban ke tautan yang tampilannya mirip dengan BCA mobileBCA Link phishing akan membawa korban ke tautan yang tampilannya mirip dengan BCA mobile

Calon korban yang panik dan lengah pun mengklik link tersebut dan masuk ke laman web yang memiliki tampilan menyerupai BCA mobile. Selanjutnya, calon korban akan digiring untuk mengisi data pribadi perbankan, seperti nomor kartu ATM, personal identification number (PIN), Kode Akses, dan kode one-time password (OTP).

Selepas memasukkan data pribadi, pelaku pun bisa mengambil alih rekening korban dan memindahkan dana yang ada di sana.

Mencegah phishing

Modus penipuan tersebut merupakan social engineering atau rekayasa sosial dengan teknik phishing. Adapun phishing diartikan sebagai upaya untuk mendapatkan informasi data pribadi dengan teknik pengelabuan, seperti berpura-pura menjadi pihak Bank BCA serta menyiapkan website dan aplikasi palsu.

Untuk melindungi diri dari penipuan modus phishing yang mengatasnamakan Bank BCA, ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan. Pertama, sebagai nasabah, Anda harus mengenali nomor-nomor resmi Bank BCA. Nomor resmi Halo BCA adalah 1500888, tanpa awalan 021, +62, 02, dan lain-lain.

Nomor resmi WhatsApp BCA adalah 08111500998 dengan centang hijau pada nama kontak.BCA Nomor resmi WhatsApp BCA adalah 08111500998 dengan centang hijau pada nama kontak.

Kemudian, nomor resmi WhatsApp resmi BCA adalah 08111500998. Akun WhatsApp BCA yang resmi dilengkapi dengan centang hijau di nama kontak, bukan di dalam profile picture.

Kedua, Anda perlu memahami cara kerja penipuan bermodus phishing. Saat ada orang yang mengaku dari pihak Bank BCA menelepon atau mengirim pesan melalui WhatsApp yang berisi informasi hadiah ataupun transaksi mencurigakan, jangan cepat panik atau senang.

Tetap tenang dan coba ingat baik-baik transaksi yang Anda lakukan terakhir. Cek rekening Anda langsung melalui BCA mobile. Jangan terpancing untuk mengeklik link apa pun yang dikirimkan dari nomor yang mencurigakan yang mengaku dari pihak Bank BCA.

Baca juga: Cara Membuka Blokir ATM BCA dengan Mudah, Bisa Lewat HP

Ketiga, jangan pernah bagikan kode OTP kepada siapa pun. Jangan percaya jika ada pihak yang meminta kode OTP dengan alasan untuk kode promo atau pembebasan iuran tahunan, pembatalan transaksi atau memblokir kartu kredit, dan kenaikan limit.

Keempat, jaga selalu kerahasiaan data pribadi perbankan Anda, seperti nomor kartu, card verification value (CVV) atau card verification code (CVC), dan PIN.

Baca juga: [HOAKS] Promo Upgrade Limit Kartu Debit dan Kredit BCA

Untuk pembatalan transaksi dan memblokir kartu debit atau kredit, Anda tidak membutuhkan link eksternal, apalagi dari sumber yang tidak terpercaya. Cukup melakukannya lewat BCA mobile atau via Halo BCA di 1500888.

Dengan memahami tindakan pencegahan tersebut, Anda dapat melindungi diri dari modus penipuan phishing. Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekitar Anda untuk #CariTahuBiarAman melalui link berikut ini.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Produsen Alkes OneMed Lepas Saham Ke Publik, Target Himpun Dana IPO Rp 1,2 Triliun

Whats New
Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Ekspor Produk Halal Indonesia Masih Mini, Ini Penyebabnya Menurut KNEKS

Whats New
Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD Km 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditargetkan Bebas dari Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Whats New
Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Whats New
Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Whats New
Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.