BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

Kompas.com - 04/10/2022, 08:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui, peningkatan laju inflasi pada September 2022 dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, menurutnya inflasi bulan lalu masih terkendali berkat penurunan harga sejumlah komoditas pangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,17 persen secara bulanan (month to month/mtm), yang sekaligus menjadi tertinggi sejak Desember 2014. Sementara secara tahunan tercatat sebesar 5,95 persen (year on year/yoy).

Dia mengatakan, angka realisasi inflasi September itu lebih rendah dibandingkan perkiraan awal maupun konsensus Bloomberg yang sebesar 6 persen (yoy). Selain itu, disebut masih cukup terkendali dibandingkan inflasi di berbagai negara yang relatif tinggi.

Baca juga: Inflasi Terus Meningkat, Mendagri: Memang Sudah Diprediksi...

“Secara bulanan, inflasi September terutama disumbang oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan, dan solar. Namun demikian, tekanan inflasi masih bisa tertahan oleh penurunan harga aneka komoditas hortikultura seperti bawang merah dan aneka cabai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Ia menilai, terkendalinya inflasi bulan lalu yang ditopang oleh deflasi harga pangan bergejolak (volatile food) sebesar -0,79 persen (mtm), tak lepas dari upaya extra effort yang dilakukan pemerintah dalam menstabilkan harga pangan, mulai dari gerakan tanam pangan, operasi pasar, dan subsidi ongkos angkut.

Secara rinci, komoditas hortikultura yang memberikan andil deflasi tertinggi yakni bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,06 persen, -0,05 persen, dan -0,02 persen.

Penurunan harga disebabkan tercukupinya pasokan seiring masih berlangsungnya musim panen raya di berbagai daerah sentra produksi. Sementara beras masih mengalami kenaikan pada September dan memberikan andil inflasi 0,04 persen.

Baca juga: Inflasi Capai Level Tertinggi Sejak Desember 2014, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 15.300 per Dollar AS

"Beras telah mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir, sehingga dihimbau bagi seluruh daerah untuk meningkatkan pelaksanaan operasi pasar maupun program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) berkoordinasi dengan Bulog setempat,” papar Airlangga.

Adapun berdasarkan komponen, inflasi harga diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi sebesar 6,18 persen (mtm) sehingga inflasi tahun kalendernya mencapai 11,99 persen (year to date/ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 13,28 persen (yoy)

Bensin diketahui memberikan andil sebesar 0,89 persen sementara solar memberikan andil 0,03 persen.

Penyesuaian harga BBM tersebut juga mendorong adanya kenaikan harga pada berbagai tarif angkutan seperti tarif angkutan dalam kota dengan andil inflasi 0,09 persen, tarif angkutan antar kota dengan andil inflasi 0,03 persen, tarif angkutan roda 2 online dengan andil inflasi 0,02 persenm dan tarif angkutan roda 4 online dengan andil inflasi 0,01 persen.

Menurut Airlangga, inflasi tarif angkutan diperkirakan masih akan dirasakan pada Oktober 2022, melihat beberapa daerah belum melakukan penyesuaian tarif. Namun dia berharap dampaknya tidak akan terlalu besar seiring dengan pemerintah daerah akan mulai merealisasikan kebijakan pengendalian inflasi seperti yang ditugaskan pemerintah pusat.

"Daerah mulai dapat menjalankan program pengendalian inflasi termasuk bantuan di sektor transportasi maupun logistik, dari penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT) maupun belanja wajib 2 persen dana transfer umum (DTU),” tutup dia.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Jadi Biang Kerok Inflasi Sentuh Level Tertinggi sejak Desember 2014

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Harga Tiket TMII Tak Naik Usai Direnovasi, InJourney: Kita Ingin Jadikan Taman Terbuka

Whats New
Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Mulai Besok hingga 7 Desember, Buruh Demo Tolak Kenaikan UMP DKI

Whats New
Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Tekan Biaya Dana, BTN Fokus Tingkatkan Margin Bunga Bersih

Whats New
Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Mandiri Sekuritas Perbarui Fitur di Aplikasi Sahamnya, Apa Saja?

Earn Smart
Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Tahun Depan, Rekrutmen CPNS Akan Kembali Dibuka

Work Smart
Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Beli Saham Bisa Dapat Voucher Diskon Makanan dan Minuman

Earn Smart
Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Cukai Rokok Naik Lagi, Anggota Komisi IV Misbakhun Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Petani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.