Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saham GOTO ARB Berjilid-jilid, Manajemen Buka Suara Lewat "Public Expose Insidentil"

Kompas.com - 09/12/2022, 07:30 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

 

Kejar profitabilitas lewat pertumbuhan transaksi dan efisiensi

Di tengah tekanan saham yang dialami, manajemen GOTO menegaskan komitmen perusahaan untuk segera mencetak profitabilitas. Ini akan dilakukan dengan cara menjaga momentum pertumbuhan transaksi, disertai pengelolaan beban operasional yang lebih efisien.

Asal tahu saja, sampai dengan akhir September 2022 GOTO masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 20,91 triliun. Kerugian ini membengkan sekitar 70,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 12,25 triliun.

Meskipun demikian, manajemen menyatakan, kinerja bisnis di setiap segmen tetap solid. Ini tercermin dari pertumbuhan gross transaction value (GTV) serta pendapatan bruto kuartalan di Gojek, Tokopedia, dan Goto Financial.

Tercatat GTV kuartalan Gojek meningkat 24 persen secara tahunan (Rp 15,7 triliun), Tokopedia meningkat 15 persen (Rp 69,9 triliun), dan Goto Financial meningkat 78 persen (Rp 97,1 triliun). Sementara itu pendapatan bruto kuartalan Gojek meningkat 31 persen (Rp 3,5 triliun), Tokopedia naik 27 persen (Rp 2,2 triliun), dan Goto Financial meningkat 48 persen (Rp 0,4 triliun).

"Pertumbuhan bisnis yang kami catatkan pada level grup merpakan hasil dari pertumbuhan yang baik di masin-masing bisnis," ujar Direktur Keuangan GoTo, Jacky Lo.

Pada saat bersamaan, perusahaan juga fokus melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional yang terus meningkat. Jacky bilang, upaya efisiensi telah dan terus dilakukan melalui 130 insiiatif optimalisasi beban lintas fungsi.

Selain itu, GOTO juga melanjutkan rasionalisasi insentif dan efisiensi pemasaran produk. Langkah-langkah itu diklaim telah menghasilkan output positif.

Tercatat margin kontribusi perusahaan mengalami perbaikan sebesar 43 persen secara tahunana atau 41 persen secara kuartalan. Kemudian, EBITDA yang disesuaikan juga membaik 11 persen secara tahunan dan 10 persen secara kuartalan.

Lewat berbagai upaya efisiensi yang dilakukan, manajemen GOTO memastikan, kondisi keuangan perusahaan akan dapat secara sehat memenuhi kebutuhan perseroan. Dengan demikian, perusahaan diharap dapat segera mencapai titik breakeven dan mencetak keuntungan.

"Kini kami sudah berada dalam perjalanan pertumbuhan yang masih sangat panjang, kami tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh dukungan dan kepercayaan bapak ibu sekalian, sebagai partner, konsumen, investor, pemegang saham atau pemangku kepentingan lainnya sebagai keluarga besar GoTo," ucap Melissa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

OJK Sebut Kredit Macet Perbankan Turun Setelah Pandemi

OJK Sebut Kredit Macet Perbankan Turun Setelah Pandemi

Whats New
Harga Koin Meme Pepe Melonjak 820 Persen Sejak Awal Tahun

Harga Koin Meme Pepe Melonjak 820 Persen Sejak Awal Tahun

Earn Smart
Mengenal Layanan SEO Cryptocurrency Unggulan dari Arfadia untuk Bisnis Blockchain

Mengenal Layanan SEO Cryptocurrency Unggulan dari Arfadia untuk Bisnis Blockchain

Whats New
10 Kota Termahal di Dunia untuk Ekspatriat, 2 Ada di Asia

10 Kota Termahal di Dunia untuk Ekspatriat, 2 Ada di Asia

Whats New
High-speed Sleeper Train Perdana Beroperasi di Hong Kong, Segini Harga Tiketnya

High-speed Sleeper Train Perdana Beroperasi di Hong Kong, Segini Harga Tiketnya

Whats New
Menakar Kemungkinan BTN Syariah Alihkan Haluan Akuisisi ke Bank Victoria Syariah

Menakar Kemungkinan BTN Syariah Alihkan Haluan Akuisisi ke Bank Victoria Syariah

Whats New
Kisah Sukateno Bangun Peternakan Kambing dari KUR

Kisah Sukateno Bangun Peternakan Kambing dari KUR

Whats New
Anteraja dan SiCepat Ungkap Alasan Senang Berkolaborasi dengan Shopee

Anteraja dan SiCepat Ungkap Alasan Senang Berkolaborasi dengan Shopee

Whats New
Naik 25 Persen, Whoosh Angkut 85.000 Penumpang Selama Libur Idul Adha

Naik 25 Persen, Whoosh Angkut 85.000 Penumpang Selama Libur Idul Adha

Whats New
Tim Prabowo Bantah Kabar Kerek Rasio Utang jadi 50 Persen PDB

Tim Prabowo Bantah Kabar Kerek Rasio Utang jadi 50 Persen PDB

Whats New
Mengapa Produksi Beras RI Konsisten Turun Selama 6 Tahun Terakhir? Ini Alasannya

Mengapa Produksi Beras RI Konsisten Turun Selama 6 Tahun Terakhir? Ini Alasannya

Whats New
Catat, Tips Mulai Investasi untuk Pasangan Muda

Catat, Tips Mulai Investasi untuk Pasangan Muda

Earn Smart
Rupiah Tembus Level Rp 16.400 Dipicu Kabar Prabowo Naikkan Rasio Utang hingga 50 Persen

Rupiah Tembus Level Rp 16.400 Dipicu Kabar Prabowo Naikkan Rasio Utang hingga 50 Persen

Whats New
Konsumen Indonesia Dinilai Makin Prioritaskan 'Value' Produk ketimbang Harga

Konsumen Indonesia Dinilai Makin Prioritaskan "Value" Produk ketimbang Harga

Whats New
OJK: Belum Ada Lagi Unit Usaha Syariah Bank yang Mengajukan Spin-Off

OJK: Belum Ada Lagi Unit Usaha Syariah Bank yang Mengajukan Spin-Off

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com