Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Skystar Capital
Pemodal Ventura

Skystar Capital adalah pemodal ventura yang berfokus pada pendanaan awal untuk membantu akselerasi bisnis rintisan teknologi. Skystar Capital hadir sebagai solusi bagi para pendiri untuk memberikan bantuan modal, saran, dan kemitraan strategis untuk meningkatkan skala bisnis.

Skystar Capital didukung oleh berbagai grup perusahaan terkemuka di berbagai bidang seperti media, telekomunikasi, layanan keuangan, layanan kesehatan, sektor pendidikan, dan lain-lain. Kami memberikan akses melalui jaringan profesional untuk pengembangan bisnis perusahaan rintisan.

Ingin lebih kenal dengan kami? Bisa follow kami di Instagram (@skystar.vc) atau Linkedin Skystar Capital. Juga kunjungi situs kami www.skystarcapital.com atau kalau ingin berbincang dengan kami, kirimkan surel ke contact@skystarcapital.com 

"Embedded Finance": Transaksi Digital dalam Satu Genggaman

Kompas.com - 09/01/2023, 10:15 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Jessica Elvina

SAAT ini, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menunjukkan tren positif. Dilansir situs Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai 70 miliar dolar AS atau naik 59 persen jika dibandingkan dengan 2020 yang hanya sebesar 44 miliar dolar. Pada 2020, besarnya nilai tersebut berkontribusi terhadap PDB Indonesia, yaitu 9,5 persen, dan membuat Indonesia sebagai tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara hingga melampaui Singapura.

Data tersebut tentu saja memberikan peluang bagi perusahaan untuk terus berkembang dari segi transaksi digital. Pasalnya, perilaku konsumen masa kini lebih mengutamakan kemudahan dan kenyamanan. Itu sebabnya, diperlukan fitur transaksi yang mampu menawarkan kemudahan tanpa harus menggunakan perantara aplikasi lainnya.

Menjawab hal itu, embedded finance hadir di Indonesia sebagai solusi pembayaran yang memberikan lebih banyak kemudahan, kecepatan, dan pembayaran yang aman untuk aplikasi non-finance, seperti e-commerce, telemedicine, dan ride-hailing.

Baca juga: Optimalisasi Transaksi Bisnis dengan Blockchain

Apa itu Embedded Finance?

Dilansir Fintech Futures, embedded finance adalah integrasi layanan keuangan, seperti pinjaman, pembayaran, atau asuransi, ke dalam suatu aplikasi yang dikelola oleh perusahaan nonfinansial tanpa perlu beralih ke layanan keuangan konvensional, seperti bank atau ATM.

Sebelumnya, konsumen mungkin perlu datang ke bank atau membuka aplikasi lain untuk melakukan transaksi, khususnya pinjaman. Akan tetapi, bagi beberapa orang, hal itu mungkin menghabiskan waktu. Dengan embedded finance, kebutuhan itu dapat diakses dengan lebih cepat. Meski begitu, sebagian besar transaksi embedded finance tak lepas dari pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilakukan agar transaksi para konsumen tetap terlindungi.

Di Indonesia, embedded finance telah diterapkan oleh berbagai perusahaan berbasis teknologi nonfinansial. Sebut saja Shopee yang memiliki ShopeePay, Gojek dengan Gopay, dan Halodoc dengan Halodoc Wallet-nya. Bahkan, beberapa dari mereka juga telah berfungsi sebagai dompet digital yang memiliki lebih banyak pilihan fitur pembayaran bagi penggunanya.

Ketersediaan beragam fitur itulah yang membuat industri ini sangat menjanjikan. Survei JAKPAT terhadap pembayaran digital Indonesia pada Q1 2021 menunjukkan 57 persen responden menggunakan dompet digital, sementara delapan persennya menggunakan mobile banking. Di Amerika Serikat, pendapatan embedded finance telah mencapai 22,5 miliar dolar pada 2020 dan diperkirakan akan tumbuh sepuluh kali lipat pada 2025.

Baca juga: Fenomena “Bubble Burst” di Industri Startup

Bentuk-Bentuk Embedded Finance

Embedded finance memiliki beragam produk finansial yang dapat disesuaikan berdasarkan industri dan target konsumennya. Namun, dilansir situs Plaid, ada beberapa bentuk embedded finance yang kerap ditemui di Indonesia.

Pertama adalah embedded banking yang merupakan layanan menyimpan uang, seperti rekening bank. Adapun nilai tambah dari fitur ini adalah pengguna tidak dikenakan pemotongan biaya administrasi seperti saat menabung di bank. Nantinya, uang yang disimpan bisa digunakan untuk bertransaksi di aplikasi tersebut.

Kedua, yaitu embedded payment. Melalui fitur ini, konsumen mampu melakukan pembayaran lebih mudah karena tidak perlu mengeluarkan uang tunai atau membuka aplikasi lain untuk bertransaksi. Nantinya, konsumen hanya tinggal memindai dan menggunakan satu aplikasi saat melakukan pembayaran. Selain itu, jika konsumen menggunakan metode pembayaran ini, akan ada diskon dan penawaran yang lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan dompet digital cukup tinggi pada 2022, yaitu sebesar 79 persen, jika dibandingkan 2021 yang hanya mencapai 65 persen.

Ketiga adalah embedded lending yang memberikan fitur pinjaman bagi penggunanya. Fitur ini dikenal dengan PayLater yang memungkinkan pengguna memilih opsi cicilan pembayaran tanpa dikenakan bunga. Dibandingkan dengan dua fitur lainnya, embedded lending merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Riset tahunan yang dilakukan Kredivo dan Katadata Insight Center, menunjukkan penetrasi penggunaan PayLater di e-commerce meningkat hingga 38 persen pada tahun 2022 dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 28 persen. Hal ini disebabkan faktor fleksibilitas pembayaran, proses pendaftaran yang cepat dan mudah, serta adanya jaminan pengawasan dari OJK.

Baca juga: Justika: Aksesibilitas Bantuan Hukum Inklusif Masyarakat Indonesia

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Whats New
Survei: 69 Persen Perusahaan Indonesia Tak Rekrut Pegawai Baru untuk Hindari PHK

Survei: 69 Persen Perusahaan Indonesia Tak Rekrut Pegawai Baru untuk Hindari PHK

Work Smart
Heboh Loker KAI Dianggap Sulit, Berapa Sih Potensi Gajinya?

Heboh Loker KAI Dianggap Sulit, Berapa Sih Potensi Gajinya?

Whats New
Tantangan Menuju Kesetaraan Gender di Perusahaan pada Era Kartini Masa Kini

Tantangan Menuju Kesetaraan Gender di Perusahaan pada Era Kartini Masa Kini

Work Smart
Bantuan Pesantren dan Pendidikan Islam Kemenag Sudah Dibuka, Ini Daftarnya

Bantuan Pesantren dan Pendidikan Islam Kemenag Sudah Dibuka, Ini Daftarnya

Whats New
Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Whats New
Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Whats New
OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Whats New
Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Whats New
LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

Whats New
Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Whats New
Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Earn Smart
Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com