Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beli Kereta Produksi INKA, KCI Siapkan Rp 4 Triliun

Kompas.com - 28/02/2023, 18:00 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk pengadaan 16 rangkaian kereta produksi PT INKA.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, langkah ini dilakukan mengingat ada 10 rangkaian KRL Jabodetabek di tahun 2023 dan 19 rangkaian di tahun 2024 yang akan dipensiunkan.

"Saat ini kita siapkan hampir Rp 4 triliun buat yang baru sebanyak 16 trainset (rangkaian kereta)," kata Anne saat ditemui di kantor KCI, Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Baca juga: Izin Impor KRL Bekas Belum Terbit, KCI Lobi Pemerintah

Anne mengatakan, kerja sama dalam pengadaan 16 rangkaian kereta produksi PT INKA tersebut akan terpenuhi di tahun 2025-2026.

Di sisi lain, lanjut dia, KCI juga akan melakukan impor KRL bekas pakai asal Jepang sebagai kereta pengganti mengingat ada 10 rangkaian KRL yang dipensiunkan di tahun 2023 ini.

"Untuk yang (impor KRL) bekas karena belum mendapat izin, kami anggarkan sekitar Rp 140 miliar - Rp150 miliar untuk persiapan KRL bukan baru. Tetapi ini masih ada negosiasi, belum ada izin," ujarnya.

Baca juga: KCI Buka Suara soal Kendala Impor KRL Bekas dari Jepang


Anne mengatakan, KCI sudah mengajukan izin permohonan impor KRL ke tiga kementerian yaitu, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu).

Kemudian, dari Dirjen Daglu langsung bersurat kepada Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian.

"Kami sudah melakukan (izin impor KRL bekas) secara teknis adalah ke Kemenhub dan sudah kami dapatkan. Kemudian selanjutnya untuk impornya itu ke Kementerian Perdagangan. Kementerian perdagangan akan mendapatkan rekomendasi, jadi kami tidak langsung ke Kementerian Perindustrian tetapi melalui Kemendag, tetapi sampai saat ini belum diberikan izin untuk impor KRL," tuturnya.

Baca juga: Pengguna KRL Jabodetabek Hari Senin Diprediksi 800.000 Orang, KCI Tambah Perjalanan Commuter Feeder

Lebih lanjut, Anne mengatakan pihaknya menyiapkan strategi jika izin impor KRL tak kunjung diterbitkan pemerintah, salah satunya yaitu melakukan rekayasa operasional.

Selain itu, melakukan pemeliharaan (maintenance) KRL yang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

"Kemudian upaya-upaya seperti maintenance tadi update teknologi kami buka kesempatan, tetapi ini kan persiapannya cukup panjang dan kami juga berupaya untuk terus mengkomunikasikan kepada stakeholder sehingga kita dapat solusi yang tepat, karena masyarakat kita mobilisasinya meningkat," ucap dia.

Baca juga: Cara Beli Tiket KRL Rute Solo-Yogyakarta di Aplikasi Gojek

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com