KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Experd Consultant
Eileen Rachman dan Emilia Jakob
Character Building Assessment & Training EXPERD

EXPERD (EXecutive PERformance Development) merupakan konsultan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkemuka di Indonesia. EXPERD diperkuat oleh para konsultan dan staf yang sangat berpengalaman dan memiliki komitmen penuh untuk berkontribusi pada perkembangan bisnis melalui layanan sumber daya manusia.

FOMO

Kompas.com - 25/03/2023, 07:58 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SEORANG teman dinilai rekan-rekannya sebagai penderita fear of missing out (FOMO), yakni merasa takut “ketinggalan”, baik terkait pergaulan, berita, maupun tren terbaru. Ia akan merasa sangat kecewa jika melihat teman-temannya menghadiri acara tertentu, tetapi ia sama sekali tidak tahu karena tidak diajak.

Dalam dunia pekerjaan, hal ini pun bisa terjadi. Di tengah kemudahan membuat grup WhatsApp terkait dengan aktivitas pekerjaan ataupun proyek tertentu, mereka yang menderita FOMO akan stres bila tahu bahwa ia tidak tergabung di dalam grup tersebut.

Penderita FOMO memang tidak ingin ketinggalan berita apa pun, baik yang berhubungan langsung dengan dirinya maupun tidak.

Apakah hal tersebut merupakan gejala kehidupan modern? Apakah ini gejala penyakit jiwa atau apakah ini suatu alarm yang mengingatkan kita tentang sesuatu? Bagaimana kita memutuskan siklus kebutuhan ini?

Medsos dan FOMO

Bila Anda merasa FOMO, coba pertanyakan diri Anda, apakah gejala ini muncul setelah era media sosial (medsos) atau sebenarnya sudah berjalan cukup lama meskipun dalam bentuk yang berbeda? Apakah Anda sering memaksakan diri untuk mengikuti berbagai acara yang sebenarnya tidak dinikmati, tetapi khawatir ketinggalan gosip-gosip terbaru dari acara tersebut?

Apakah Anda sering kecewa dan terus memikirkan situasi ketika tidak diundang untuk berpartisipasi dalam suatu acara ataupun kegiatan? Kehadiran medsos memang membuat perasaan FOMO semakin intens. Akan tetapi, bisa saja perasaan tersebut sudah terjadi sebelumnya.

Love and belonging berada dalam level tiga pada teori hierarki kebutuhan Maslow setelah kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, seperti makanan, berpakaian, tempat berlindung, dan kebutuhan akan rasa aman dengan memiliki pekerjaan, kesehatan, ataupun sumber dana lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhubung dengan orang lain dapat menurunkan tingkat stres, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh. Sebaliknya, rasa keterasingan membuat manusia merasa terancam sehingga membuat sistem saraf menjadi gelisah dan menumbuhkan rasa ketidaknyamanan dalam diri kita.

Mereka yang mengalami FOMO kemudian berusaha untuk mencari pelepasannya melalui medsos. Kita kerap merasa senang ketika di-tag atau di-mention oleh teman di medsos. Perasaan serupa muncul ketika ada orang yang menyukai postingan kita dengan memberikan tanda like dan memberikan comment. Rasa senang ini pun turut meningkatkan hormon dopamin kita.

Sayangnya, semakin intens kita ingin mencari rasa senang dengan cara tersebut, lama-kelamaan justru semakin meningkatkan kecemasan ketika tag, like, dan comment itu tidak ada.

Rasa itu kemudian berkembang sampai kita merasa bahwa hidup orang lain lebih menyenangkan daripada diri kita. Kita pun terdorong untuk terus membuka medsos demi melihat-lihat kehidupan orang lain. Di sinilah lingkaran setan bekerja sampai menjadi sebuah ketergantungan yang sulit dilepaskan.

Apalagi, perputaran informasi saat ini bergerak begitu cepat dan terus berubah-ubah. Hampir mustahil bila kita ingin selalu update dengan beragam informasi terbaru. Menambah frekuensi penggunaan medsos justru akan menambah tingkat kecemasan kita.

Eileen RachmanDok. EXPERD Eileen Rachman

Hasil penelitian mengatakan bahwa rata-rata manusia dewasa muda menghabiskan 147 menit sehari untuk bermain medsos. Inilah yang menyebabkan kita selalu update dengan segala kejadian di dunia, termasuk hal-hal yang dilakukan orang lain, mulai dari sahabat, rekan kerja, tetangga, hingga tokoh-tokoh publik.

Banyak juga yang kemudian tidak ingin merasa ketinggalan dengan ikut mendokumentasikan dan menyebarkan setiap aktivitasnya. Bahkan, sampai tidak memikirkan dampak postingan yang dilakukannya terhadap keselamatannya. Hal ini dilakukan hanya agar dirinya merasa sebagai bagian dari aktivitas lingkungan sosialnya.

Walaupun citra kehidupan orang di medsos tidak menggambarkan kehidupannya secara utuh karena biasanya yang ditampilkan hanya bagian terbaiknya saja, kita tetap sulit menghentikan pemikiran yang membandingkan diri dengan orang lain.

Penulis sekaligus ahli filsafat Montesquieu mengatakan, “If one only wished to be happy, this could be easily accomplished; but we wish to be happier than other people, and this is always difficult, for we believe others to be happier than they are.”

Social comparison memang destruktif untuk rasa well-being kita. Para penderita FOMO umumnya terus berfokus ke luar dirinya sehingga tidak pernah mengolah dirinya sendiri. Bahkan, mereka sering kali kehilangan sense of self yang autentik. Mereka sibuk membandingkan kehidupan nyatanya dengan kehidupan sosial media orang lain, sampai akhirnya merasa terasing dalam dunianya sendiri.

Mengubah fokus dan lebih bersyukur

Meskipun sadar hal ini membuat hidup kita semakin menderita, mengubah kebiasaan dan pikiran kita tidaklah mudah. Penulis buku Happiness by Design: Change What You Do, Not How You Think, Paul Dolan, mengatakan bahwa kebahagiaan terletak pada alokasi perhatian kita.

Apa yang kita fokuskan akan memengaruhi tingkah laku dan kebahagiaan kita. Bila bisa mengurangi fokus pada hal-hal yang membuat galau dan sebenarnya tidak penting, kita memiliki ruang lebih besar untuk memikirkan hal-hal yang penting bagi kita.

Jadi, bagaimana kita bisa mengalihkan perhatian kita menghindari adiksi Montesquieu, sedangkan hidup kita terasa membosankan dan monoton? Start your day with learning, not scrolling.

Pandanglah sekeliling Anda. Apakah masih ada hal yang belum Anda syukuri? Rumah? Pekerjaan? Keluarga? Teman? Bayangkan bila hal-hal ini diambil dari kita, bagaimana perasaan kita? Oleh karena itu, syukuri dan nikmatilah apa yang saat ini berada dalam genggaman kita.

Pada dasarnya, rasa bersyukur adalah kunci kebahagiaan. Semakin seseorang bersyukur, semakin ia kebal terhadap depresi, kecemasan, dan rasa iri.

Meskipun sense of belonging memang merupakan salah satu kebutuhan manusia, kita tidak selalu perlu be connected. Sesekali kita memang perlu tahu apa yang terjadi dengan orang-orang di sekeliling kita, tetapi sesekali menikmati kesendirian, asyik juga.

Yang menarik adalah kekuatan dan dampak dari medsos… Jadi, kita harus mencoba menggunakan medsos dengan cara yang baik." - Malala Yousafzai


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecepatan KCJB Bisa Ngebut 350 Km/jam, Luhut: Jakarta-Bandung 1 Jam

Kecepatan KCJB Bisa Ngebut 350 Km/jam, Luhut: Jakarta-Bandung 1 Jam

Whats New
Pemerintah Minta Publik Tak Berprasangka Buruk soal Ekspor Pasir Laut

Pemerintah Minta Publik Tak Berprasangka Buruk soal Ekspor Pasir Laut

Whats New
Hobi Pengusaha RI, Taruh Uang di Singapura, Lalu Investasikan ke Sini

Hobi Pengusaha RI, Taruh Uang di Singapura, Lalu Investasikan ke Sini

Whats New
Kata Bahlil, IKN Lanjut Terus, Kecuali Pengganti Jokowi Tidak Sejalan

Kata Bahlil, IKN Lanjut Terus, Kecuali Pengganti Jokowi Tidak Sejalan

Whats New
Perum Damri dan PPD Resmi Merger

Perum Damri dan PPD Resmi Merger

Whats New
Honest Financial: Transaksi Pakai Kartu Kredit Tanpa Nomor Aman dari Serangan Siber

Honest Financial: Transaksi Pakai Kartu Kredit Tanpa Nomor Aman dari Serangan Siber

Whats New
Meski Ibu Kota Negara Pindah, Pembangunan Kawasan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

Meski Ibu Kota Negara Pindah, Pembangunan Kawasan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

Whats New
Genjot Pembangunan IKN, Pemerintah Ajak Pengembang Perumahan Ikut Berinvestasi

Genjot Pembangunan IKN, Pemerintah Ajak Pengembang Perumahan Ikut Berinvestasi

Whats New
Pemerintah Janji Percepat Pembangunan 250 SPBU untuk Nelayan

Pemerintah Janji Percepat Pembangunan 250 SPBU untuk Nelayan

Whats New
Kualitas Udara di Berbagai Kota Memburuk, Pemerintah Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Kualitas Udara di Berbagai Kota Memburuk, Pemerintah Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Whats New
Profil TaniFund, Pinjol yang Disebut 'Angkat Tangan' Atasi Gagal Bayar

Profil TaniFund, Pinjol yang Disebut "Angkat Tangan" Atasi Gagal Bayar

Whats New
Survei Populix: Tingkat 'Live Streaming Shopping' Terus Meningkat

Survei Populix: Tingkat "Live Streaming Shopping" Terus Meningkat

Whats New
Masyarakat Indonesia Disebut Mulai Meninggalkan Uang Tunai, Apa Buktinya?

Masyarakat Indonesia Disebut Mulai Meninggalkan Uang Tunai, Apa Buktinya?

Whats New
Menteri KKP: Eksplorasi Sedimentasi Laut Tak Ganggu Nelayan

Menteri KKP: Eksplorasi Sedimentasi Laut Tak Ganggu Nelayan

Whats New
Kronologi Gagal Bayar TaniFund Sebelum Disebut 'Angkat Tangan'

Kronologi Gagal Bayar TaniFund Sebelum Disebut "Angkat Tangan"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com