Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gatot Rahardjo
Pengamat Penerbangan

Pengamat penerbangan dan Analis independen bisnis penerbangan nasional

Pesawat Telat, Jangan Salahkan Penumpang!

Kompas.com - 22/06/2023, 14:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

RAMAI berita di berbagai media terkait penyebab keterlambatan penerbangan pesawat dari maskapai Indonesia. Disebutkan ada tujuh penyebab keterlambatan dan terkesan bahwa penyebab terbesar adalah kesalahan penumpang.

Dari tujuh penyebab, ada tiga penyebab karena penumpang, yaitu penumpang tidak disiplin, penumpang terlambat, dan barang bawaan penumpang yang melebihi kapasitas sehingga menghambat proses boarding.

Penyebab dari penumpang ada di nomor dua sampai empat. Sementara kesalahan teknis maskapai dan operasional penerbangan lain, justru di nomor enam dan tujuh.

Bagi saya, ini keterlaluan sekali. Karena sebagai penumpang, kita sebenarnya sudah membayar untuk mendapat pelayanan yang terbaik dari maskapai.

Penumpang juga ada aturannya terkait operasional penerbangan. Jika melanggar, maka akan kena sanksi berat.

Misalnya, penumpang terlambat check-in, sanksinya minimal tidak akan diangkut tepat jadwal atau dialihkan ke jam lain. Sedangkan sanksi maksimalnya, tiketnya hangus tidak bisa dipakai.

Jadi benarkah penyebab keterlambatan itu sebagian besar karena kesalahan penumpang? Atau justru karena maskapainya yang kurang baik dan benar dalam mengatur layanannya?

Penumpang tidak disiplin

Penumpang tidak disiplin, misalnya, bercanda tentang bom di pesawat, penumpang yang tidak membawa surat kesehatan saat sakit dan penumpang yang merusak peralatan pesawat.

Penumpang yang bercanda bom dan merusak peralatan pesawat memang sudah termasuk perbuatan pidana. Menurut Undang-Undang no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, pelakunya dapat diproses hingga pengadilan.

Dua hal ini memang bisa menyebabkan keterlambatan karena pesawat harus dicek ulang yang memakan waktu lama hingga dipastikan benar-benar aman untuk terbang.

Namun tentu saja kejadian tak mungkin terjadi setiap hari, setiap minggu atau bahkan setiap bulan. Jumlahnya sedikit dibanding jumlah penerbangan tiap hari.

Penumpang berkebutuhan khusus

Penumpang yang sakit, hamil dan berkebutuhan khusus lainnya, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 30 tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal Penumpang Angkutan Udara.

Intinya, maskapai harus mempunyai dan menjalankan layanan khusus untuk penumpang berkebutuhan khusus seperti orang lanjut usia, anak-anak, orang sakit, orang hamil, dan disabilitas.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Whats New
Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Whats New
Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Whats New
Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Whats New
Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Whats New
Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com