Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peluang Usaha Penitipan Kendaraan, Berapa Omzetnya?

Kompas.com - 02/10/2023, 14:40 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah sepeda motor dan mobil di kota-kota besar terus bertambah. Bahkan dalam satu keluarga jarang yang tidak memiliki kendaran.

Hal tersebut bisa menjadi peluang besar untuk membuka usaha penitipan motor dan mobil jika Anda mempunyai lahan yang cukup di sekitar tempat-tempat keramaian, seperti pasar, stasiun, pusat-pusat perbelanjaan, hingga terminal.

Peluang bisnis ini pun cukup mudah dilakukan karena tidak membutuhkan keahlian khusus.

Lalu bagaimana prospek bisnisnya?

Baca juga: Mau Buka Usaha Tas Gendong Kucing? Siapkan Modal Segini

Mengutip dari buku Kaya Raya Tanpa Modal untuk Anak Muda yang ditulis oleh Agustina Wulandari, Senin (2/10/2023), berikut adalah prospek dan tips membuka usaha penitipan motor.

Prospek bisnis

Bisnis penitipan kendaraan memang cukup menguntungkan. Misalnya, dalam sehari, ongkos parkir per motor paling minimal Rp 1.000 dan rata-rata penitipan mencapai 300 unit per hari.

Dengan demikian, penghasilan kotor per hari mencapai Rp 300.000. Apabila sepeda motor parkir menginap di tempat penitipan dengan perhitungan Rp 2.000 per hari maka keuntungannya tentu lebih besar.

Selain itu, pemilik juga berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha yang disediakan seperti berjualan bensin, oli atau barang-barang kelontong.

Tips membuka usaha penitipan kendaraan

Kunci keberhasilan usaha ini ialah ketersediaan lahan yang cukup luas di lokasi strategis. Lahan tersebut dapat berlokasi di dekat terminal, stasiun, gerbang tol, atau di persimpangan jalan di mana banyak pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum.

Lokasi strategis juga dapat terletak di dekat sekolah, kampus, pusat perkantoran, serta pabrik yang sering kali tidak menyediakan area parkir memadai. Usaha ini juga sering tampak di dekat perbelanjaan, mal, atau pasar yang ramai pengunjung.

Setelah lahan tersedia, perbaiki dengan merapikan serta meratakan permukaan tanah dengan plester bata, paving block, atau batako.

Atur lahan menggunakan sistem blok untuk memudahkan pengaturan dan manuver kendaraan. Siapkan pula sistem pembuangan air agar lahan tidak becek saat turun hujan.

Selain itu, area parkir patut dilengkapi kanopi atau atap pelindung dari cuaca panas dan hujan, pagar keliling, pintu pagar utama, pos jaga, penerangan, dan sebagainya. Selain untuk melindungi kendaraan dari perubahan cuaca, hal-hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah tindak pencurian.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com