Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Ditambah, Waktu Tunggu LRT Jabodebek Jadi 9-37 Menit

Kompas.com - 22/11/2023, 06:49 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambah pengoperasian rangkaian kereta (trainset) LRT Jabodebek sebanyak 4 trainset menjadi 12 trainset mulai Selasa (21/11/2023). Hal ini lantaran keempat trainset tersebut telah selesai menjalani pembubutan roda.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal memastikan 12 trainset yang dioperasikan saat ini telah bebas dari masalah aus pada roda.

Pasalnya, telah dilakukan penanganan roda aus dengan cara pembubutan roda dan memperhalus profil permukaan serta memberi cairan lubricant pada rel LRT Jabodebek.

Baca juga: DPR Minta Kemenhub Beri Perhatian Khusus pada Penyebab Roda LRT Jabodebek Cepat Aus

“Alhamdulillah pasca dilakukan grinding dan pelumasan ini, sudah tidak ditemukan aus pada roda sehingga 12 trainset (TS) yang beroperasi saat ini dalam kondisi aman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/11/2023).

Dengan penambahan trainset ini, maka total frekuensi perjalanan per hari pada masing-masing lintas yaitu Bekasi dan Cibubur menjadi 80 kereta api dengan total keseluruhan frekuensi perjalanan menjadi 160 kereta api per hari.

Hal ini sangat berdampak pada waktu tunggu kereta satu dengan kereta berikutnya (headway) dari sebelumnya mencapai 1 jam, kini paling lama mencapai 37 menit.

Baca juga: Atasi Persoalan Roda LRT Jabodebek, Kemenhub Gandeng Konsultan Asal Perancis

"Berkurangnya headway semoga dapat memenuhi harapan masyarakat yang , LRT Jabodebek sebagai transportasi publik dengan alasan waktunya lebih efisien," ucapnya.

Berikut headway LRT Jabodebek terbaru sejak mengoperasikan 12 trainset pada Selasa kemarin:

1. Headway peak hour pukul 05.00-10.00 dan 15.00-21.00 WIB

  • Stasiun Jatimulya/Harjamukti menuju Cawang: 30 menit menjadi 18,5 menit
  • Stasiun Cawang menuju Dukuh Atas: 15 menit menjadi 9,3 menit

2. Headway off-peak hour pukul 10.00-15.00

  • Stasiun Jatimulya/Harjamukti menuju Cawang: 60 menit menjadi 37 menit
  • Stasiun Cawang menuju Dukuh Atas: 30 menit menjadi 18,5 menit

Baca juga: YLKI Minta Tarif LRT Jabodebek Kembali Jadi Rp 5.000

Risal menyebut, ke depannya proses pembubutan roda dan pelumasan terus dikebut dan diharapkan dapat segera tuntas sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pengguna LRT Jabodebek.

"DJKA akan terus berupaya untuk dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang LRT Jabodebek," kata dia.

Dia berharap LRT Jabodebek akan segera dapat beroperasi dengan normal sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang besar.

Dengan begitu, pengguna kendaraan pribadi bisa beralih kepada transportasi massal yang saat ini juga sudah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi di Jabodetabek.

Baca juga: Kemenhub Kaji Skema Tarif LRT Jabodebek Lebih Murah di Jam Sibuk

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com