Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri KKP Sebut Ekspor Perikanan 2023 Tak Capai Target, bahkan Nilainya Turun dari 2022

Kompas.com - 10/01/2024, 17:20 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, nilai ekspor perikanan pada 2023 mencapai 5,6 miliar dolar AS. Nilai ekspor tersebut, turun dari nilai ekspor 2022 yaitu tercatat 6,2 miliar dolar AS.

"Ekspor secara nasional 2023 turun memang kalau dibandingkan dgn tahun 2022 yang 6,2 miliar dolar AS, sekarang cuma 5,6 miliar dolar AS," kata Trenggono dalam acara Outlook dan Program Prioritas KKP 2024 di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Trenggono juga mengatakan, selain turun dari nilai ekspor tahun 2022, capaian ekspor perikanan 2023 tidak mencapai target sebesar yaitu 6,7 miliar dolar AS.

"Memang belum tercapai, artinya tidak tercapai, kendalanya banyak lah," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Ekspor Ikan Segar tetapi Impor Tepung Ikan, Jokowi: Lucu Sudah...

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri Pertahanan itu mengatakan, tantangan yang dihadapai sektor perikanan cukup banyak, salah satunya produk perikanan belum mememuhi kualitas ekspor.

Ia juga mengatakan, standar penangkapan ikan kita masih dilakukan dengan bebas. Karenanya, implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur harus dilakukan dengan baik.

"Nilai ekonomi di perikanan itu salah satu ikan, tata kelola ikan belum sampai pada level tertinggi, banyak sekali caranya salah satunya penangkapannya harus mulai baik penangkapannya harus implementasi dari PP 11 Penangkapan Ikan Terukur, itu salah satu menuju ke arah yang lebih baik," ucap dia.

Baca juga: Kuartal III 2021, Ekspor Perikanan Tumbuh 4,55 Persen

Negara tujuan ekspor perikanan RI

Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat Amerika Serikat (AS) masih menjadi tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan proporsi 43,01 persen hingga semester 1-2022.

Negara kedua yang jadi tujuan utama ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia adalah China dengan pangsa pasar 15,87 persen.

Sedangkan, tujuan ekspor produk kelautan dan perikanan yang menempati posisi ketiga adalah negara-negara ASEAN yang mencapai 10,87 persen dari total pangsa pasar.

Lebih lanjut, tujuan ekspor produk kelautan dan perikanan ditempati oleh Jepang dan Uni Eropa.

KKP mencatat komoditas udang, kepiting rajungan, tuna, cakalang, dan tongkol memiliki permintaan yang masih kuat di pasar Amerika Serikat.

Sedangkan, komoditas udang menjadi primadona ekspor untuk kawasan China dan Jepang. Kawasan timur tengah justru lebih banyak menginginkan produk ekspor seperti ikan tuna, cakalang, dan tongkol.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Smartpreneur
OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

Whats New
Tingkat Penggangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Tingkat Penggangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Whats New
Serba Salah Kelas Menengah

Serba Salah Kelas Menengah

Whats New
Dibayangi Pelemahan Rupiah dan 'Capital Outflow', Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Dibayangi Pelemahan Rupiah dan "Capital Outflow", Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Whats New
[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com