Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Cepat Whoosh Diisukan Sepi Penumpang, Bos KCIC: Wajar Bukan "Peak Season"

Kompas.com - 25/01/2024, 15:50 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) buka suara mengenai kabar kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sepi penumpang pada awal 2024.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, berkurangnya jumlah penumpang di awal tahun ini merupakan hal yang wajar.

Ia mengatakan hal itu mengingat saat ini sudah memasuki periode sepi penumpang (low season), sehingga jumlah penumpang saat ini tidak bisa dibandingkan dengan saat periode ramai penumpang (peak season) pada Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Jadwal Kereta Cepat Whoosh Tahun 2024 dari Tegalluar ke Halim

"Bulan Januari ya pasti ada sedikit turun, kan sejak Desember naik terus kan. Nataru 21.000 penumpang per hari, sekarang 16.000, 14.000, 15.000 penumpang ya wajar (bukan peak season)," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2024).

Kendati demikian, dia memastikan tingkat keterisian penumpang Whoosh tetap di atas 50 persen meskipun sudah memasuki periode low season.

KCIC juga berupaya agar okupansi kereta cepat Whoosh tetap tinggi, salah satunya dengan penerapan tarif dinamis (dynamic pricing) dimana besaran harga tiket ditentukan dari permintaan.

"Kalau jam-jam lower itu menurut saya wajar kan ada yang okupansinya 50 persen. Makanya kita akan terapkan yang namanya dynamic pricing," ucapnya.

Baca juga: Jadwal Kereta Cepat Whoosh Tahun 2024 dari Halim ke Tegalluar

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan dynamic pricing maka harga tiket kereta cepat menjadi lebih tinggi di jam-jam ramai penumpang (peak hours) dan harga tiket bisa menjadi lebih murah di jam-jam sepi penumpang (low hours).

Adapun skema tarif dynamic pricing ini masih dalam proses penyusunan dan akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Baru mau (diterapkan). Segera, nanti diumumkan," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, jumlah penumpang Whoosh stabil sejak awal dioperasikan hingga saat ini

Dia menyebut, okupansi Whoosh pada hari biasa rata-rata 60-70 persen. Sementara saat akhir pekan tingkat okupansi di beberapa kereta dengan jadwal keberangkatan favorit dapat mencapai 80 persen.

Baca juga: KCIC Mulai Cari Konsultan Studi Kelayakan Kereta Cepat Jakarta Surabaya

"Volume penumpang saat ini masih stabil dengan rata-rata okupansi di atas 50 persen," ucap Eva saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/1/2024).

Bahkan pada awal Whoosh beroperasi dengan tarif berbayar terdapat 14 perjalanan per hari dan saat ini meningkat menjadi 40 perjalanan.

Tercatat, secara total KCIC sudah mengangkut sekitar 1.350.000 penumpang sejak awal beroperasi berbayar pada 17 Oktober 2023 hingga kini.

Untuk itu, KCIC masih terus melihat perkembangan penumpang agar dapat mempersiapkan kereta api yang dioperasikan jika perlu ditambah.

"Jumlah KA terus kita tingkatkan untuk dapat mengakomodir peningkatan jumlah pengguna Whoosh," kata Eva.

"Jumlah KA yang beroperasi tentunya sangat fleksibel dengan melihat demand. Sebagai contoh pada saat momen libur Natal dan Tahun Baru kemarin jumlah perjalanan Whoosh mencapai 48 KA per hari," tuturnya.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Masih Dibayangi Utang China, Tenornya Jadi Lebih Panjang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Whats New
Telat Bayar Tagihan Listrik Bisa Kena Denda, Berapa Biayanya?

Telat Bayar Tagihan Listrik Bisa Kena Denda, Berapa Biayanya?

Whats New
Harga Bahan Pokok Senin 20 Mei 2024, Harga Cabai Merah Keriting Turun

Harga Bahan Pokok Senin 20 Mei 2024, Harga Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com