Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramal Nasib Rupiah, Bos BI: Kami Pakai Ekonometrika, Bukan Ahli Nujum

Kompas.com - 01/02/2024, 14:29 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi indeks dollar AS terhadap mata uang lain melemah pada semester II-2024. Hal ini seiring dengan adanya potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan berbagai model ekonometrika, indeks dollar AS akan mulai bergerak cenderung menurun pada paruh kedua tahun ini. Indeks dollar AS diproyeksi bergerak melemah ke bawah 101.

"Bahkan kemungkinan bisa di bawah 100. Apakah kami ahli nujum? Enggak, kami pakai model ekonometrika, pakai AI," ujar dia dalam diskusi Stabilitas Moneter di Tengah Dinamika Ekonomi 2024, Kamis (1/2/2024).

Dilansir dari investopedia, ekonometrika adalah penerapan model statistik dan matematika pada data ekonomi untuk tujuan menguji teori, hipotesis, dan tren masa depan.

Baca juga: Bos BI Minta Perbankan Gencar Salurkan Kredit: Tidak Dikekepin

Lebih lanjut Perry menyadari, pada awal tahun ini indeks dollar AS memang bergerak cenderung menguat. Saat ini indeks dollar AS masih bergerak di kisaran 103.

Meskipun bergerak cenderung menguat, indeks dollar AS pada awal tahun ini masih lebih baik dari tahun lalu. Perry bilang, pada tahun lalu indeks dollar AS bergerak lebih kuat lagi, di kisaran 105, bahkan sempat mendekati 107.

Perry menyebutkan, pada paruh pertama tahun ini indeks dollar AS masih akan bergerak di kisaran 103. Akan tetapi ia meyakini, indeks tidak akan bergerak lebih kuat dari 103.

"Di semester I, (indeks dollar AS) masih akan naik turun. Tugasnya kami kalau naik turun ya intervensi lah," katanya.

Baca juga: BI Yakin Penguatan Rupiah Terjadi Setelah Suku Bunga The Fed Turun

Adapun kecepatan dari penurunan indeks dollar AS akan sangat bergantung terhadap pergerakan inflasi AS dan arah kebijakan moneter The Fed.

Apabila tren penurunan inflasi berlanjut dan The Fed mulai melonggarkan suku bunga acuannya pada semester II-2024, maka indeks dollar AS diproyeksi melemah.

"Di semester II, dollar akan melemah, Fed Fund Rate akan turun probabilitas, iya. Kita melihat adlaah itu, tetap optimis arahnya ke mana, waspada, probabilitasnya gimana, base line-nya gimana," ucap Perry.

Sebagai informasi, berdasarkan data Investing, sampai dengan Kamis (1/2/2024) siang, indeks dollar AS masih bergerak cenderung menguat di kisaran 103,53. Penguatan tersebut pada akhirnya menekan nilai tukar mata uang lain.

Baca juga: Rupiah Tertekan, Gubernur BI Sebut karena Faktor Berita

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com