Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekan Harga Jagung Pakan Ternak, Bulog Sudah Gelontorkan 121 Juta Kilogram Jagung SPHP

Kompas.com - 06/02/2024, 20:00 WIB
Elsa Catriana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memerintahkan Perum Bulog untuk menggelontorkan jagung pakan sebanyak 121.836.339 kilogram untuk menekan harga pakan yang saat ini masih tinggi. 

Angka itu masih sebagian dari pagu yang telah ditetapkan sebanyak 195.475.170 kilogram. 

“Untuk program SPHP jagung pakan yang disalurkan ke para peternak akan konsisten dilaksanakan. Realisasi per 2 Februari telah menyentuh angka 121.836.339 kilogram (kg) dari pagu sejumlah 195.475.170 kg,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo dalam siaran persnya, Selasa (6/2/2024).

Baca juga: Panen Jagung di Medan, Mentan Amran Klaim Indonesia Bisa Stop Impor Jagung

Lebih lanjut Arief menuturkan jagung tersebut pun nantinya akan disalurkan ke beberapa daerah meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Banten, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Di sisi lain, Arief juga meminta para petani lokal untuk menggenjot produksi jagungnya dan menjaga kualitas kadar airnya. Sebab kualitas kadar air jagung me pengaruhi harga jual. 

Hal ini pun diatur dalam Perbadan Nomor 5 Tahun 2022 mana harga acuan pembelian jagung pipilan kering untuk kadar air 15 pese sebesar Rp 4.200 kilogram, kadar air Rp 20 persen Rp 3.970 per kilogram, kadar air 25 persen dibanderol Rp 3.750 per kilogram, dan kadar air 30 perse dibanderol Rp 3.540 per kilogram. 

Baca juga: Tingginya Harga Jagung Internasional Dinilai Jadi Penyebab Harga Telur Mahal


Sementara itu mengutip dari panel harga Bapanas, per hari ini harga jagung pakan ternak naik sebesar Rp 220 menjadi Rp 8.730 per kilogram. 

Wilayah yang harga jagung pakannya yang paling mahal ada di wilayah Timor Tengah yang tembus Rp 12.000 per kilogram, Kepulauan Riau yang tembus Rp 10.000 per kilogram, dan Kabupaten Nganjuk yang tembus Rp 9.000 per kilogram.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tingkatkan Produksi Beras di Jateng, Kementan Beri Bantuan 10.000 Unit Pompa Air

Tingkatkan Produksi Beras di Jateng, Kementan Beri Bantuan 10.000 Unit Pompa Air

Whats New
Genjot Energi Bersih, Bukit Asam Target Jadi Perusahaan Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan

Genjot Energi Bersih, Bukit Asam Target Jadi Perusahaan Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan

Whats New
HM Sampoerna Bakal Tebar Dividen Rp 8 Triliun

HM Sampoerna Bakal Tebar Dividen Rp 8 Triliun

Whats New
PLN Nusantara Power Sebut 13 Pembangkit Listrik Masuk Perdagangan Karbon Tahun Ini

PLN Nusantara Power Sebut 13 Pembangkit Listrik Masuk Perdagangan Karbon Tahun Ini

Whats New
Anak Muda Dominasi Angka Pengangguran di India

Anak Muda Dominasi Angka Pengangguran di India

Whats New
Daftar 6 Kementerian yang Telah Umumkan Lowongan PPPK 2024

Daftar 6 Kementerian yang Telah Umumkan Lowongan PPPK 2024

Whats New
Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Melejit di Awal 2024

Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI Melejit di Awal 2024

Whats New
Peringati Hari Bumi, Karyawan Blibli Tiket Donasi Limbah Fesyen

Peringati Hari Bumi, Karyawan Blibli Tiket Donasi Limbah Fesyen

Whats New
Great Eastern Hadirkan Asuransi Kendaraan Listrik, Tanggung Kerusakan sampai Kecelakaan Diri

Great Eastern Hadirkan Asuransi Kendaraan Listrik, Tanggung Kerusakan sampai Kecelakaan Diri

Earn Smart
Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Whats New
KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

Whats New
Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

Whats New
Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Whats New
Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com