Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat Saham Milik Prajogo Pangestu Catat Kinerja Buruk Sepekan, CUAN Koreksi Paling Dalam

Kompas.com - 18/02/2024, 20:05 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat emiten Prajogo Pangestu mengalami penurunan kinerja harga saham dalam sepekan, yakni pada perdagangan 12-16 Februari 2024. Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) ambles 18,2 persen dalam sepekan menjadi berakhir pada level Rp 6.625 per saham.

Dalam sepekan, volume transaksi saham CUAN tercatat sebesar 66,8 juta lembar saham senilai Rp 460,6 miliar.

CUAN merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Prajogo dengan nilai kepemilikan saham mayoritas.

Baca juga: Lima Saham Paling Boncos Sepekan, dari CUAN hingga BTPS

Prajogo tercatat memiliki 85 persen saham CUAN atau sebesar 9,5 miliar lembar dari total keseluruhan saham perusahaan sebesar 11,2 miliar lembar saham.

Perusahaan dengan kapitalisasi pasar Rp 74,4 triliun itu melantai di pasar modal sejak Maret 2023 mencatatkan kenaikan harga saham yang cukup fantastis hingga saat ini.

Peningkatan harga saham dari CUAN sejak IPO sebesar 2.911,3 persen dibanding harga saham perdana sebesar Rp 220 per saham.

Baca juga: Lima Saham Paling Cuan dalam Sepekan, dari PTMP hingga MEDC

Saham Prajogo yang selanjutnya mencatat kinerja buruk dalam sepekan perdagangan yakni, Chandra Asri Pacific (TPIA) yang ambles 14,8 persen ke level rP 4.620 per saham.

Selama perdagangan sepekan, TPIA mencatatkan nilai transaksi Rp 1,1 triliun dengan volume transaksi sebesar 248,7 juta lembar saham.

Pada perusahaan petrokimia itu Prajogo juga merupakan pengendali perusahaan dengan nilai kepemilikan sebesar 7,79 persen atau 6,7 miliar saham dari total jumlah saham 86,5 miliar lembar saham.

Selain Prajogo, TPIA juga berada di bawah kendali PT Barito Pacific (BRPT) yang juga pengendali dengan komposisi 34,6 persen, serta Marigold Recources Pte Ltd dengan jumlah 3,9 persen.

Baca juga: Pekan Bergejolak bagi Pasar Saham AS

TPIA tercatat di BEI sejak Mei 2008. Kala itu, perusahaan melepas sahamnya sebesar 728,4 juta lembar saham dengan nilai Rp 2.200 per saham. Kala itu, TPIA mengantongi dana segar sebesar Rp 1,6 triliun.

Namun kenaikan harga saham TPIA sejak IPO tidak segencar CUAN. Kenaikan harga saham TPIA sejak IPO hingga saat ini hanya 110 persen. Namun demikian, kapitalisasi pasar TPIA sebesar Rp 399,6 triliun.

Menyusul CUAN dan TPIA, ada Barito Pacific (BRPT) dan Barito Renewable Energy (BREN). Kedua saham itu turun masing-masing 3,35 persen dan 2,23 persen ke level Rp 1.010 per saham dan Rp 5.475 per saham.

Baca juga: Sebut Divestasi Saham Vale Disepakati, Menteri ESDM: Tinggal Administrasi Saja

BRPT merupakan perusahaan pertama Prajogo yang listing di BEI. Perusahaan yang bergerak di sektor energi dan industri itu memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 94,68 trilun.

Sementara itu, perusaan yang fokus pada EBT, yakni BREN tercatat di BEI pada Oktober 2023 lalu dengan nilai IPO yang dikantongi sebesar Rp 3,13 triliun.

Meskipun masih baru listing, kapitalisasi pasar BREN mencapai Rp 732,4 triliun. Prajogo masuk sebagai pengendali BREN lewat Barito Pacific dengan kepemilikan 64,6 persen atau 86,5 milar saham.

Baca juga: Sepakat soal Harga Divestasi Saham Vale, Erick Thohir: Tunggu Pengumumannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Harga Bitcoin Intip Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Harga Bitcoin Intip Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Whats New
Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Whats New
OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap 'Cross Ownership'

OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap "Cross Ownership"

Whats New
Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Whats New
Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Whats New
Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Whats New
Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Whats New
Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Whats New
Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Whats New
10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

Whats New
5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

Whats New
Negara Penghasil Karet Terbesar Ketiga di Dunia adalah Vietnam

Negara Penghasil Karet Terbesar Ketiga di Dunia adalah Vietnam

Whats New
OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha di Jawa Tengah

OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha di Jawa Tengah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com