Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang dan Inggris Resesi, Sri Mulyani: Memang Ekonomi Mereka Sudah Lemah

Kompas.com - 21/02/2024, 06:18 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perekonomian sejumlah negara maju mengalami perlambatan hingga pengujung tahun lalu. Bahkan, perekonomian Jepang dan Inggris telah resmi masuk ke dalam jurang resesi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perekonomian negara maju, khususnya yang berada di kawasan Eropa, memang sudah mengalami tekanan berat dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan.

Efek rembetan yang timbul dari konflik tersebut telah membuat perekonomian negara maju "lemah".

Baca juga: Jepang-Inggris Resesi, Sri Mulyani Ungkap Dampaknya ke RI

"Negara maju yang seperti anda sebutkan, yang mengalami resesi, ya memang mereka sudah cukup lemah," kata dia ditemui di St. Regis, Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Bendahara negara bilang, perlambatan ekonomi yang dialami oleh Jepang, Inggris, dan negara maju lainnya sudah diprediksi oleh berbagai lembaga keuangan internasional. Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memang memprediksi, laju pertumbuhan ekonomi negara maju akan melambat pada 2023 dan 2024.

Perlambatan itu salah satunya dipicu oleh pengetatan kebijakan moneter bank sentral yang agresif sepanjang tahun lalu. Sri Mulyani bilang, perekonomian negara maju melemah akibat kenaikan suku bunga acuan yang signifikan dalam kurun waktu yang singkat.

Baca juga: Jepang Resesi, Menko Airlangga: Saya Berharap Investasi dari Sana Semakin Mengalir...

"Tahun ini kan beberapa lembaga memang menyampaikan, bahwa kinerja dari perekonomian negara-negara maju akan cukup tertekan, karena kenaikan suku bunga di berbagai negara itu cukup tinggi dalam waktu yang sangat singkat," tuturnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menyebutkan, perlambatan ekonomi yang dihadapi oleh negara maju menjadi salah satu perhatian utama dunia. Oleh karenanya, permasalahan itu akan dibahas dalam gelaran pertemuan G20 di Rio de Janiero, Brazil.

"Jadi nanti kita lihat minggu depan saya menghadiri G20 di Brazil. Pasti nanti ada update mengenai kondisi perekonomian global," ucap Sri Mulyani.

Baca juga: Jepang Resesi, Ekspor Batu Bara, Karet, hingga Nikel dari RI Bisa Terpukul

Sebagai informasi, perekonomian Jepang dan Inggris telah resmi dinyatakan mengalami resesi secara teknikal. Hal ini menyusul pertumbuhan negatif atau penurunan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut.

Tercatat produk domestik bruto (PDB) Jepang mengalami kontraksi 0,4 persen pada kuartal IV-2023. Ini melanjutkan penurunan kuartal sebelumnya, di mana pada kuartal III-2023, perekonomian Negeri Sakura melemah 2,9 persen.

Sementara itu, PDB Inggris mencatatkan kontraksi sebesar 0,3 persen pada periode 3 bulan terakhir 2023. Ini pun melanjutkan penurunan pada kuartal sebelumnya, yakni kontraksi sebesar 0,1 persen.

Baca juga: Susul Jepang, Inggris Masuk ke Jurang Resesi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

'Skenario' Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

"Skenario" Konflik Iran dan Israel yang Bakal Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Whats New
Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Ekonomi China Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Resmi Melantai di BEI, Saham MHKI Ambles 9,3 Persen

Whats New
Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Selasa 16 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Naik Rp 6.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 16 April 2024

Earn Smart
Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Resmi Melantai di BEI, Harga Saham ATLA Melesat 35 Persen

Whats New
Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Bulog Serap 120.000 Ton Gabah Lokal Selama Libur Lebaran

Whats New
Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Mengawali Perdagangan Usai Libur Lebaran, IHSG Ambruk 2,8 Persen, Rupiah Jeblok 1,51 Persen

Whats New
Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, KAI Proyeksi Hari Ini Ada 900.000 Pengguna KRL

Whats New
Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Info Pangan 16 April 2024, Harga Beras dan Daging Ayam Naik, Cabai Turun

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Melemah Usai Libur Lebaran, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi dari Konflik Iran-Israel

Whats New
Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Saham-saham di Wall Street Jatuh akibat Konflik Timur Tengah

Whats New
Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Tesla Bakal PHK 10 Persen Pegawainya, Ini Penjelasan Elon Musk

Whats New
The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

The Fed Diramal Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Rupiah Bisa Makin Lemah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com