Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenko Marves: Pabrik Motor Listrik Bakal Dibangun di Karawang

Kompas.com - 01/03/2024, 14:41 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengungkapkan bakal ada perusahaan motor listrik yang membangun pabrik di Indonesia pada tahun ini.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan, pabrik motor listrik itu rencananya akan dibangung di Karawang, Jawa Barat.

"Tahun ini kita akan lihat ada satu pabrikan motor listrik yang cukup besar di dunia akan mengumumkan investasinya di Indonesia untuk mereka bangun di sekitaran Karawang, Bekasi," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Baca juga: Jokowi: Pabrik Amonium Nitrat Bontang Dorong Kemandirian Pangan

Namun Seto tidak mengungkapkan nama perusahaan yang bakal membangun pabrik motor listrik di Indonesia ini. Dia hanya mengisyaratkan, saat ini produsen motor listrik yang terbesar ialah China dan India.

"Kalau motor itu jagoan-jagoannya kalau enggak dari India ya dari China, ditunggu saja (pengumumannya). Tapi kalau saya lihat kualitas motor mereka sudah cukup teruji," ucapnya.

Rencananya, pembangunan pabrik motor listrik akan dimulai pada Kuartal II atau Kuartal III 2024.

Seto bilang, perusahaan motor listrik ini akan mengucurkan investasi sebanyak ratusan juta dollar AS untuk pembangunan pabrik di Indonesia.

"Mungkin beberapa ratus juta ya, enggak terlalu besar," kata Seto.

Dia berharap dengan adanya pembangunan pabrik motor listrik ini, akan mulai memicu kompetisi di antara produsen kendaraan listrik yang sudah ada di Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat dapat memilih produk kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

"Saya kira ini yang masih harus kita dorong ya. Menurut saya mungkin portofolio produknya mungkin harus lebih baik dari segi kualitas dan harganya juga lebih affordable ya," tuturnya.

Baca juga: Jokowi Resmikan Pabrik Amonium Nitrat untuk Bahan Peledak Senilai Rp 1,2 Triliun

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com