Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kredit Perbankan Tumbuh ke Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Kompas.com - 22/05/2024, 21:12 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit perbankan terus tumbuh hingga April 2024. Bahkan, laju pertumbuhan kredit perbankan mencapai level tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data BI, penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,09 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada April lalu. Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 11,8 persen.

"Pertumbuhan kredit 13,09 persen di April kemarin adalah pertumbuhan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir," ujar Deputi Gubernur BI, Juda Agung, dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: Soal Aturan Spin Off, OJK Sebut Perbankan Syariah Siapkan Model Bisnis

Lebih lanjut Juda bilang, pertumbuhan itu tidak terlepas dari geliat ekonomi yang membaik. Ini tercermin dari data yang menunjukan, pertumbuhan positif penyaluran kredit dicatat oleh sektor industri, jasa dunia usaha, hingga perdagangan.

Jika dilihat secara keseluruhan, penyaluran kredit ke sektor korporasi tumbuh lebih dari 20 persen. Pesatnya pertumbuhan itu menandakan tingginya permintaan pembiayaan pelaku usaha di tengah kondisi ekonomi yang terus membaik.

"Jadi ini memang menunjukan ekonomi terus menggeliat," kata Juda.

Terjaganya kondisi ekonomi juga tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 8,21 persen secara yoy. Walaupun lebih lambat dari laju pertumbuhan kredit, realisasi pertumbuhan DPK pada April lalu lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 7,4 persen.

"Peningkatan tertinggi DPK korporasi. Artinya apa? Artinya memang korporasi profitable, sehingga mereka punya ekses yang kemudian bisa ditempatkan di dalam DPK," tutur Juda.

Dengan melihat perkembangan tersebut, bank sentral pun optimis, pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan, yakni di kisaran 10 - 12 persen. Bahkan, BI memproyeksi, kredit tumbuh di rentang atas yang ditetapkan.

"Kami masih optimis bahwa pertumbuhan kredit akan berada di target di range 10 -12 persen dan cenderung di batas atas range tersebut," ujarnya.

Kondisi perbankan terjaga

Pada kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, ketahanan sistem keuangan saat ini tetap terjaga, meskipun kredit tumbuh pesat. Ia meyakini, likuiditas perbankan masih memadai dan risiko kredit tetap rendah.

Likuiditas perbankan yang tecermin dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 25,62 persen. Kemudian, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,96 persen pada Maret 2024.

Sementara rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah sebesar 2,25 persen (bruto) dan 0,77 persen (neto).

"Ketahanan perbankan yang kuat juga didukung oleh kemampuan membayar korporasi yang baik," kata Perry.

"Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan dan korporasi tetap kuat dalam menghadapi tekanan ketidakpastian pasar keuangan global, termasuk risiko dari eksposur Utang Luar Negeri (ULN) institusi keuangan dan korporasi yang terjaga, didukung oleh strategi pengelolaannya yang baik," ucap Perry.

Baca juga: Tumbuh 12,4 Persen, Kredit Perbankan Tembus Rp 7.245 Triliun pada Kuartal I 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com