Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kemenaker Paparkan Pertumbuhan Ekonomi dan Ketenagakerjaan di RI, TKA Punya Sumbangan Besar

Kompas.com - 27/05/2024, 20:24 WIB
Nethania Simanjuntak,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi menyampaikan capaian dalam pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan di Republik Indonesia (RI). 

Anwar mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada triwulan-1 2024 mencapai 5,11 persen. Capaian ini, melampaui pertumbuhan ekonomi di negara-negara lain.

“Di Singapura mencapai 2,7 persen, Malaysia 3,9 persen, Jepang 1,2 persen, dan Amerika Serikat mencapai 3 persen,” ujar Anwar melalui siaran persnya, Senin.

Begitupun dengan kondisi ketenagakerjaan, Anwar menyebut, pada 2022-2024, penduduk yang bekerja meningkat dari 135,61 juta orang menjadi 142,18 juta orang.

Baca juga: Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Adapun tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus mengalami penurunan, dari 5,83 persen pada Februari 2022 menjadi 4,82 persen pada Februari 2024.

Ia mengatakan, pengunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia juga memberikan sumbangan yang tidak sedikit bagi perekonomian nasional.

"Sepanjang (tahun) 2023, tercatat 168.048 Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) disahkan. Tercatat, remitansi TKA mencapai 8,03 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Capaian ini merupakan wujud optimisme bagi Indonesia pada sektor perekonomian," ujar Anwar.

Hal tersebut disampaikan Anwar saat mengikuti Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and South East Asia di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Dalam workshop tersebut, Anwar juga mengajak negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Asia Pasifik untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam penggunaan TKA.

Baca juga: Ada 292 Aduan Terkait Pembayaran THR 2024 Lewat Website Kemenaker

"Saya yakin dari forum ini akan dihasilkan banyak sekali pikiran-pikiran, dan kontribusi aktif untuk kita wujudkan sebuah kebijakan transformatif, terutama terkait foreign workers arrangemet di Asia Pasifik dan Asia Tenggara," ujar Anwar.

Anwar mengatakan bahwa ke depan perekonomian dunia akan semakin terbuka, begitu pun dengan mobilitas tenaga kerja antar negara.

“Oleh karena itu, saya berharap, hubungan yang terjalin dan wawasan yang diperoleh dari pelaksanaan workshop ini dapat menjadi katalisator bagi perubahan positif dan tindakan transformatif di bidang ketenagakerjaan," kata Anwar.

"Mari kita terus berkolaborasi untuk berkembang dan berkontribusi pada keberhasilan masyarakat dunia," tuturnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

Whats New
AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com