Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tarik Minat Investor, SKK Migas Kembali Gelar ICIUOG 2022

Kompas.com - 10/10/2022, 18:26 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kembali akan akan menyelenggarakan ajang International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) pada 23-25 November mendatang yang akan dilakukan secara hybrid di Nusa Dua, Bali.

Chairman of Organizing Committee ICIUOG 2022, Mohammad Kemal mengatakan, ajang konvensi bertaraf internasional ini mengambil tema “Boosting Investment and Adapting Energy Transition through Stronger Collaborations” diharapkan ajang ini mampu menarik minat investor di sektor hulu migas.

“Selain ditujukan untuk menggaet investasi di sektor hulu migas melalui kemudahan kebijakan, menunjukan potensi, membangun kolaborasi, dan memberikan penghargaan terkait pencapaian kinerja, juga dimaksudkan sebagai tindak lanjut terhadap target-target di hulu migas, diantaranya produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030,” kata Kemal dalam siaran pers, Senin (10/10/2022).

Baca juga: SKK Migas Klaim Sudah Punya Solusi untuk Proyek Migas yang Mangkrak

Kemal mengatakan, ada tiga isu penting yang akan dibahas dalam ICIUOG 2022, yaitu Economic Recovery, Energy Security, dan Energy Transition. Ketiga hal tersebut sejalan dengan program-program pemerintah Indonesia dan target Indonesia yang lebih berkelanjutan seperti target mencapai net zero emission pada 2060 dan phase-out coal GHG pada 2040.

"Kami berharap mampu menjaring partisipan ICIUOG 2022 hingga 1000 peserta on-site dan 10.000 peserta online,“ ujar Kemal.

Baca juga: SKK Migas: Transisi Energi Harus Ditangani dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Energi

Seperti diketahui, ICIUIOG 2021 yang diselenggarakan pada pada 29 November - 1 Desember 2021 secara hybrid oleh SKK Migas dan dibantu oleh sejumlah stakeholder terkait, sukses menjaring jumlah peserta hingga mencapai angka 150.000 dari 24 negara.

itu, terjadi penandatanganan 41 kesepakatan komersial. Dari kesepakatan-kesepakatan tersebut, potensi keuntungan Industri minyak dan gas Indonesia adalah sebesar 1.4 miliar dollar AS.

“Hal ini tentu juga membantu progres Industri hulu migas Indonesia untuk mencapai target produksi migas di 2030,” kata dia.

Kemal berharap, melalui perhelatan akbar industri migas ini, komitmen pemerintah yaitu kemudahan berusaha bagi investor migas dan ratifikasi RUU Migas dapat terwujud. Dengan begitu, Iklim Investasi Migas di Indonesia dapat terus meningkat dan target produksi migas 2030 dapat tercapai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com