Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi di Instrumen ESG Punya Imbal Hasil Lebih Tinggi

Kompas.com - 02/08/2023, 16:10 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam investasi saat ini menawarkan instrumen yang berbasis Environmental Social Governance (ESG). Salah satu yang mulai berkembang adalah adalah instrumen reksa dana saham.

Sebagai seorang investor, tentu bukan rahasia kalau imbal hasil menjadi salah satu pertimbangan utama meletakkan dana investasi.

Lantas, bagaimana dengan kinerja imbal hasil instrumen investasi berbasis ESG? Apakah imbal hasil yang dihasilkan lebih baik ketimbang lainnya?

Selain berpihak pada lingkungan, masyarakat dan manajemen yang transparan, ternyata instrumen investasi berbasis ESG juga memiliki kinerja imbal hasil yang relatif lebih baik.

Baca juga: Melihat Pentingnya Implementasi ESG untuk Mendorong Keberlanjutan Bisnis

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia (BEI) Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, investasi dalam instrumen yang berkaitan dengan ESG memiliki imbal hasil yang lebih baik.

"Ternyata dengan mengintegrasikan aspek ESG dalam investasi itu bisa meningkatkan return kita, mengurangi risiko investasi, dan mendukung masa depan yang lebih baik," kata dia dalam konferensi pers Peluncuran BNP Paribas Indonesia ESG Equity Fund, Rabu (2/8/2023).

Hal tersebut tercermin dari pertumbuan 5 indeks saham berbasis ESG yang mengungguli rata-rata kinerja indeks seperti IDX80, IDX30, dan LQ45.

Adapun lima indeks tersebut adalah Sustainable and Responsible Investment (SRI)-Kehati, IDX ESG Leaders, ESG Sector Leaders IDX Kehati, ESG Quality 45 IDX Kehati, dan IDX LQ45 Low Carbon Leaders.

"Tidak tahu ke depannya seperti ini atau tidak, tapi sampai dengan saat ini dapat dikatakan, dengan mengintegrasikan aspek ESG bisa membantu meningkatkan perform fund," imbuh dia.

Baca juga: Mandiri Investasi: Produk Investasi Berlabel ESG Sangat Diminati

Lebih lanjut Denny menjelaskan, perusahaan yang menerapkan ESG seharusnya memiliki fundamental yang baik.

Sebagai ilustrasi, ia mengatakan salah satu tujuan dari ESG adalah agar perusahaan meningkatkan efisiensi. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dapat mengurangi ongkos operasionalnya. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan.

Perusahaan yang menerapkan ESG juga harus mengurangi risiko dengan meningkatkan tata kelola.

Selain itu, perusahaan yang menerapkan ESG juga kerap diguyur dengan insentif dari pemerintah. Beberapa contoh misalnya dengan adanya insentif kendaraan listrik atau insentif potongan suku bunga.

Direktur & Head of Marketing and Product Development PT BNP Paribas Asset Management Maya Kamdani Siboe menuturkan, perusahaan yang menerapkan ESG harus memiliki fundamental yang baik sebelum dipilih oleh perusahaan aset manajemen.

Hal tersebut juga akan berpengaruh pada kinerja perusahaan.

"Jadi kalau memang dari sisi fundamental kami nilai secara praktik ESG baik, kami akan mengutamakan perusahan masuk ke portofolio kami. Itu bisa mendorong, itu dari sisi sentimen pasarnya," tandas dia.

Per Juni 2023, BNP Paribas AM memiliki Rp 6 triliun dana kelolaan atau asset under management (AUM) berbasis ESG, atau 17 persen dari total AUM Rp 34,7 triliun.

Adapun salah satu produknya BNP Paribas Indonesia ESG Equity yang baru diluncurkan Maret ini telah tumbuh 3,6 persen sampai Juni 2023.

"Itu lebih baik dibandingkan tolok ukurnya IDX ESG Leaders," tandas dia.

Baca juga: Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Imbal Hasil SBN Naik

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kejar Target Sejuta Penyuluh Kemitraan UMKM, KPPU Gaet 500 Mahasiswa di Kalbar

Kejar Target Sejuta Penyuluh Kemitraan UMKM, KPPU Gaet 500 Mahasiswa di Kalbar

Whats New
Tiga Hal yang Perlu Dihindari Saat Membuat Resume Lamaran Kerja

Tiga Hal yang Perlu Dihindari Saat Membuat Resume Lamaran Kerja

Work Smart
OJK Tunggu Pengajuan Nama Komisaris Utama Bank Muamalat

OJK Tunggu Pengajuan Nama Komisaris Utama Bank Muamalat

Whats New
Per Maret 2024,  BCA Telah Gelontorkan Rp 117,7 Triliun untuk UMKM

Per Maret 2024, BCA Telah Gelontorkan Rp 117,7 Triliun untuk UMKM

Whats New
Daftar 15 Sekolah Kedinasan Kemenhub yang Buka Formasi CPNS 2024

Daftar 15 Sekolah Kedinasan Kemenhub yang Buka Formasi CPNS 2024

Whats New
Starlink Belum Punya Kantor di Indonesia, Menkominfo Beri Waktu 3 Bulan

Starlink Belum Punya Kantor di Indonesia, Menkominfo Beri Waktu 3 Bulan

Whats New
Kurangi Sampah Plastik, Indonesia Dapat Pinjaman dari ADB Hampir Rp 8 Triliun,

Kurangi Sampah Plastik, Indonesia Dapat Pinjaman dari ADB Hampir Rp 8 Triliun,

Whats New
Respons Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Tidak Ada Keluhan Gangguan Suplai Bahan Industri

Respons Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Tidak Ada Keluhan Gangguan Suplai Bahan Industri

Whats New
Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Whats New
Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 292.820 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Libur Panjang Waisak, Jasa Marga Catat 292.820 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Whats New
PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

Work Smart
Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Earn Smart
Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Whats New
Berantas Judi 'Online', Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Berantas Judi "Online", Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Whats New
Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com