Salin Artikel

Di Tengah Pandemi, 15,9 Ton Kopi Kerinci Diekspor ke Belgia

Gubernur Provinsi Jambi, Fachrori Umar mendorong petani untuk memproduksi komoditas kopi berkualias ekspor dan ramah lingkungan.

"Ekspor kopi di tengah pandemi ini berdampak positif bagi petani dan pendapatan daerah terutama saat ekonomi sedang turun," kata Fachrori, Selasa (28/7/2020).

Gubernur Jambi, Fachori Umar berharap komoditas perkebunan rakyat seperti kopi, kayu manis, karet, pinang, dan kelapa bisa mendongkrak perekonomian secara maksimal.

“Kualitas kopi memang harus ditingkatkan dengan praktik budidaya ramah lingkungan, sehingga pendapatan petani juga meningkat secara berkelanjutan," kata Fachrori.

Ketua Koperasi Koerintji Barokah, Triyono menuturkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas dan terus berinovasi agar dipercaya pembeli.

Saat ini, Koperasi Koerintji Barokah beranggotakan 320 petani yang tersebar di Kecamatan Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Kayu Aro Barat dengan luas lahan sekitar 140 hektar.

Koperasi ini dibentuk sejak Juni 2017 atas kerja sama antara petani kopi, pemerintah daerah, dan Rikolto untuk memberdayakan petani setempat dan mengembangkan komoditas kopi melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan.

“Harapan saya agar bisa semakin banyak petani yang bergabung sehingga volume meningkat dan kami bisa memenuhi permintaan pasar. Selain itu, petani juga bisa ikut sejahtera mendapatkan harga internasional," sebutnya.


Kualitas dan konsistensi Koperasi Koerintji Barokah inilah yang membuat mereka bertahan di masa pandemi. Meskipun harga kopi mengalami penurunan pemesanan dan petani tetap mendapatkan penghasilan.

Peluang ekspor kopi Kerinci juga didukung dengan adanya sertifikat indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Koerintji. Sertifikat Indikasi Geografis ini membantu menjamin keaslian produk sehingga meningkatkan kepercayaan pembeli terutama yang berasal dari luar negeri.

Koperasi Koerintji Barokah akan mengirimkan sebanyak 290 karung kopi (15,9 ton) Arabika Spesialti dalam 5 varian proses ke ‘Sucafina Specialty’, perusahaan kopi berbasis di Antwerp, Belgia, yang menghubungkan kopi berkualitas dari organisasi petani dengan roaster di kawasan Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Meskipun ekspor kali ini merupakan ekspor perdana yang dilakukan secara mandiri oleh Koperasi Koerintji Barokah, namun Koperasi ini telah berhasil menjual kopinya ke pasar internasional sejak 2017 yaitu sebanyak tiga kali ke Belgia, serta ke Amerika Serikat dan Hong Kong.

Di tahun ini, Triyono mengatakan selain ke Belgia, Koperasi Koerintji Barokah juga akan mengekspor kopinya ke Australia di bulan Agustus nanti.

"Alhamdulilah, dengan kerja sama semua pihak akhirnya Pelabuhan Talang Duku dapat melakukan direct call," kata Kepala Karantina Pertanian Jambi, Guntur.

Menurut Guntur, komoditas ekspor yang dilepas perdana ke benua Eropa ini bernilai Rp 1,4 miliar. Selama ini, ekspor kopi Kerinci dan juga komoditas unggulan ekspor Jambi lainnya dilakukan melalui pelabuhan yang ada di luar Provinsi Jambi.

"Akhirnya, bisa juga kita lakukan ekspor langsung melalui Jambi," ucap Guntur.

Kepala Karantina Pertanian Jambi menuturkan, sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) untuk mengawal ekspor pertanian di setiap wilayah kerja karantina pertanian, maka pihaknya melakukan upaya koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha juga petani.


Hal ini disambut baik sehingga upaya direct call atau singgah langsung kapal besar di Pelabuhan Talang Duku dapat berjalan dengan baik, bahkan kurang dari satu tahun sejak gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks dicanangkan di Jambi.

Jambi memiliki komoditas unggulan yang telah laris di pasar global. Namun, selama ini eskpor dilakukan melalui pelabuhan di luar Jambi. Produk pertanian tersebut antara lain kulit kayu manis (Cassiavera) yang juga berasal dari Kabupaten Kerinci dan Merangin, cangkang sawit, sarang burung walet dan kelapa asal Tanjung Jabung Timur.

Sementara Kopi Kerinci sendiri berdasarkan data dari sistem perkarantinaan, IQFAST di Karantina Pertanian sepanjang Januari hingga Juli 2020 telah difasilitasi ekspornya sebanyak dua kali pengiriman dengan total 16,25 kilogram tujuan Hong Kong.

Selain kopi, IQFAST Karantina Pertanian Jambi juga mencatat beberapa komoditas perkebunan lainnya yang turut diekspor antara lain karet, pinang biji dan cangkang sawit senilai Rp 29,4 miliar. Ketiga komoditas tersebut diekspor ke negara di Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah dan Asia Selatan.

Tercatat selama semester I-2020, jumlah komoditas yang diekspor adalah 24 jenis dengan total nilai Rp 1,9 triliun. Sementara, komoditas baru yang diekspor pada semester I-2020, antara lain pakan ternak (ampas kelapa), bubuk daun jambu biji, kayu gaharu dan teh senilai Rp 78 juta.

"Dengan direct call yang telah diinisiasi ini harapannya dapat mengungkit kinerja ekspor pertanian asal Jambi," kata Guntur.

https://money.kompas.com/read/2020/07/29/053143726/di-tengah-pandemi-159-ton-kopi-kerinci-diekspor-ke-belgia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.