Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kemnaker: 6 dari 10 Pekerja Perempuan Bekerja di Sektor Informal

Merujuk hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2020, sebanyak 61,35 persen pekerja perempuan mulai menunggangi sektor informal.

"Selain dari itu, di sektor informal lebih luas lagi. Sebanyak 61,35 persen atau sekitar 6 dari 10 pekerja perempuan bekerja di sektor informal," ucapnya dalam webinar virtual Kompas Talk, Rabu (19/8/2020).

Para pekerja perempuan ini banyak mendominasi pada beberapa sektor pekerjaan. Yakni, sektor pertanian, kehutanan, perdagangan serta industri pengolahan.

"Peluang dan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya sekarang ini makin terbuka. Saat ini perempuan berpartisipasi dalam lapangan kerja memang didominasi tiga sektor, pertanian, kehutanan, termasuk perdagangan besar dan industri pengolahan," katanya.

Kendati bekerja di sektor informal, lanjut dia, perempuan tetap harus mengutamakan posisinya sebagai ibu rumah tangga.

"Inilah data Sakernas yang menunjukkan kenyataannya kepada kita. Ini juga didukung oleh motivasi kaum perempuan untuk bekerja, tetapi tidak bisa meninggalkan kewajibannya sebagai rumah tangga," ujarnya.

Sementara itu, hasil survei Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menunjukkan, keberagaman gender di tempat kerja telah membantu hasil usaha perusahaan meningkat, terutama dalam hal peningkatan laba dan produktivitas.

"Sekitar 77 persen dari 400 perusahaan Indonesia yang mengikuti survei ILO mengungkapkan manfaat keberagaman gender dalam usaha mereka," tulis laporan ILO.

Adanya campur tangan perempuan dalam bisnis dan manajemen pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, sebanyak 66 persen melaporkan peningkatan laba dan produktivitas serta kreativitas inovasi.

Lalu, 53 persen peningkatan reputasi perusahaan dan sebanyak 46 persen adanya pekerja perempuan mampu memenuhi kebutuhan dan keperluan pelanggan.

https://money.kompas.com/read/2020/08/19/180000426/kemnaker--6-dari-10-pekerja-perempuan-bekerja-di-sektor-informal

Terkini Lainnya

Cara Bayar Tagihan FIF di ATM BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN

Cara Bayar Tagihan FIF di ATM BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN

Spend Smart
Bank Mandiri Tegaskan Tetap Jadi Pemegang Saham Terbesar BSI

Bank Mandiri Tegaskan Tetap Jadi Pemegang Saham Terbesar BSI

Whats New
Cek Jadwal Pembagian Dividen Astra Otoparts

Cek Jadwal Pembagian Dividen Astra Otoparts

Whats New
Syarat Ganti Kartu ATM Mandiri di CS Machine dan Caranya

Syarat Ganti Kartu ATM Mandiri di CS Machine dan Caranya

Whats New
Status Internasional Bandara Supadio Dihapus, Pengamat: Hanya Jadi 'Feeder' bagi Malaysia dan Singapura

Status Internasional Bandara Supadio Dihapus, Pengamat: Hanya Jadi "Feeder" bagi Malaysia dan Singapura

Whats New
Naik 36 Persen, Laba Bersih Adaro Minerals Capai Rp 1,88 Triliun Sepanjang Kuartal I-2024

Naik 36 Persen, Laba Bersih Adaro Minerals Capai Rp 1,88 Triliun Sepanjang Kuartal I-2024

Whats New
Jokowi Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton di 2024

Jokowi Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton di 2024

Whats New
Dampak Erupsi Gunung Ruang, 5 Bandara Masih Ditutup Sementara

Dampak Erupsi Gunung Ruang, 5 Bandara Masih Ditutup Sementara

Whats New
Kadin Gandeng Inggris, Dukung Bisnis Hutan Regeneratif

Kadin Gandeng Inggris, Dukung Bisnis Hutan Regeneratif

Whats New
Harita Nickel Catat Kenaikan Pendapatan 26 Persen pada  Kuartal I 2024

Harita Nickel Catat Kenaikan Pendapatan 26 Persen pada Kuartal I 2024

Whats New
Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 5 Mei 2024, Simak Persyaratannya

Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 5 Mei 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kemenko Perekonomian Berupaya Percepat Keanggotaan RI dalam OECD

Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Kemenko Perekonomian Berupaya Percepat Keanggotaan RI dalam OECD

Whats New
Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Menambah Rute Penerbangan Baru

Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Menambah Rute Penerbangan Baru

Whats New
BJBR Bukukan Laba Rp 453 Miliar pada Kuartal I 2024

BJBR Bukukan Laba Rp 453 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Microsoft Investasi Rp 27,6 Triliun di RI, Luhut: Tidak Akan Menyesal

Microsoft Investasi Rp 27,6 Triliun di RI, Luhut: Tidak Akan Menyesal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke