Salin Artikel

Apindo Jabar Jajaki Calon Investor dari Sejumlah Negara

BANDUNG, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menggaet calon investor dari Amerika Serikat dan Korea Selatan. Itu dilakukan saah satunya untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

"Indonesia memiliki populasi 270 juta jiwa. Dari jumlah itu, 48 juta jiwa atau 17,86 persennya berada di Jabar," ujar Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik saat dihubungi Senin (1/11/2021).

Ning menjelaskan, dengan jumlah populasi yang cukup besar, angkatan kerja di Jabar cukup tinggi terutama ditambah lulusan baru setiap tahunnya.

Itu artinya, potensi jumlah penganggran akan bertambah bila tidak diikuti dengan pembukaan lapangan kerja baru.

"Itulah mengapa kami terus menjajaki kerja sama dengan calon investor agar mau menanamkan modalnya di Jabar guna membuka lapangan kerja baru, sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran," beber dia.

Dalam presentasinya di depan para investor, Ning menegaskan beberapa hal. Pertama, ketersediaan jumlah angkatan kerja yang besar di Jabar.

Kedua, upah yang sangat kompetitif. Ketiga, infrastruktur yang maju di antaranya Bandara Kertajati serta Pelabuhan Patimban.

Selain itu, adanya pengembangan Kawasan Segitiga Rebana yang menjadi fokus Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kawasan seluas 43.913 hektare ini bisa menjadi lokasi calon investor untuk menanamkan modalnya.

Di samping itu, ada berbagai fasilitas dari pemerintah berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, dan deductive tax. Hal tersebut akan menjadi pendorong investor untuk berinvestasi.

“Tidak dipungkiri kita semua menu ju high tech, digitalisasi industry, seperti yang sering disebutkan yaitu 4.0 atau bahkan 5.0. Namun industri padat karya tetap masih dibutuhkan dengan adanya ketersediaan angkatan kerja serta transisi tehnologi yang belum sepenuhnya terjadi dan terpenuhi,” paparnya.

Keluhan Investor

Apindo Jabar juga memfasilitasi calon investor dari Korea Selatan, WS Shin dan Jay Bang bertemu langsung serta berdialog dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

“Dalam dialog tersebut, pemerintah memberikan jaminan tentang pengurusan surat–surat izin yang cepat serta iklim investasi di Indonesia yang kodusif,” tutur Ning.

Di sisi lain, calon investor masih menyimpan kekhawatiran terhadap impelementasi Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) terutama soal pengupahan.

“Pak Bahlil Lahadia (Kepala BKPM) mengatakan calon investor tidak usah khawatir menanamkan modal di Indonesia,” beber dia.

Keluhan lain disampaikan calon investor asal Amerika Serikat Duncan saat bertemu Menteri Pedagangan, Muhammad Lutfi.

Ia mengatakan, setiap orang asing yang bekerja di Indonesia membayar 1.200 dollar AS per tahun.

“Banyak sekali orang asing dari perusahaan alas kaki di Indonesia. Seharusnya uang tersebut bisa dipakai untuk memberikan pelatihan, kelas–kelas transformasi teknologi terkait sepatu, namun hingga kini sepertinya belum dilakukan,” ucap dia.

Dalam pertemuan singkat itu, Kementerian Perdagangan berjanji akan menindaklanjuti keluhan pengusaha.

https://money.kompas.com/read/2021/11/01/193000226/apindo-jabar-jajaki-calon-investor-dari-sejumlah-negara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2022 Versi Forbes

Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia 2022 Versi Forbes

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Ditambah, Erick Thohir: Negara Tidak Ingin Membebani Rakyat

Anggaran Subsidi Energi Ditambah, Erick Thohir: Negara Tidak Ingin Membebani Rakyat

Whats New
Sistem Pembayaran MLFF di Tol Diterapkan Penuh pada 2024

Sistem Pembayaran MLFF di Tol Diterapkan Penuh pada 2024

Whats New
Gen Z Makin Lirik Aset Kripto hingga Berani Investasi Gunakan Paylater

Gen Z Makin Lirik Aset Kripto hingga Berani Investasi Gunakan Paylater

Whats New
Menhub Ajak Swasta Manfaatkan Kendaraan Tanpa Awak

Menhub Ajak Swasta Manfaatkan Kendaraan Tanpa Awak

Whats New
Kembangkan Metaverse, Salim Group Gandeng WIR Bentuk Joint Venture

Kembangkan Metaverse, Salim Group Gandeng WIR Bentuk Joint Venture

Rilis
Simak Strategi Berinvestasi Aset Kripto Saat Market Bearish

Simak Strategi Berinvestasi Aset Kripto Saat Market Bearish

Whats New
Ini Saran Komisi IX DPR ke Pemerintah agar Nakes Honorer Dapat Beralih Status

Ini Saran Komisi IX DPR ke Pemerintah agar Nakes Honorer Dapat Beralih Status

Whats New
Dongkrak Pendapatan Negara, Defisit APBN Tahun Depan Ditekan di Bawah 3 Persen

Dongkrak Pendapatan Negara, Defisit APBN Tahun Depan Ditekan di Bawah 3 Persen

Whats New
Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Whats New
Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Earn Smart
Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Whats New
BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

Whats New
Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.