Salin Artikel

Eksistensi Ekonomi Kerakyatan di Tengah Pandemi

Oleh: Nika Halida Hashina dan Fandhi Gautama

KOMPAS.com - Masa serba digital seperti saat ini, nyatanya turut memberikan dampak pada perekonomian. Salah satunya adalah inisiasi perihal ekonomi kerakyatan yang merambah ke sistem digital.

Geliat pembangunan ekonomi kerakyatan ini salah satunya dapat dilihat dari menjamurnya e-commerce platform yang sejak beberapa tahun lalu mendominasi. Dalam hal ini, pemerintah tidak hanya sebagai fasilitator atau regulator, melainkan juga ikut membina masyarakat agar mampu bersaing.

Hal ini dibahas dalam Siniar Smart Inspiration membahas mengenai ekonomi kerakyatan bersama Hadi Kuncoro, dalam episode bertajuk "Membangun Kembali Ekonomi Kerakyatan". Hadi memaparkan bagaimana seharusnya semua pihak berjalan bersama untuk mencapai tujuan peningkatan ekonomi Indonesia yang stabil.

Menurut Hadi, peran pemerintah sebagai operator dalam membangun ekonomi kerakyatan diharapkan membuat keberpihakkan konsumen terhadap produk-produk Indonesia menjadi nyata.

Empat Pilar yang Dibutuhkan untuk Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

Dalam membangun ekonomi kerakyatan bangsa, ada empat hal besar yang perlu dipertimbangkan.

1. Tercapainya platform e-commerce yang mumpuni

Saat ini Indonesia sudah memiliki platform e-commerce sekelas unicorn bahkan decacorn. Hal ini sangat baik jika perusahaan-perusahaan ini dapat terus mempertahankan kepercayaan pelanggannya.

Diharapkan, mereka juga dapat terus melakukan inovasi agar terus bersaing mengikuti perkembangan zaman hingga beberapa dekade ke depan.

2. Permasalahan logistik: Peran pemerintah sebagai fasilitator

Peran pemerintah dalam memfasilitasi langsung UMKM di Indonesia, terutama yang berasal dari wilayah-wilayah kecil sangat dibutuhkan.

3. Menciptakan produk-produk yang mampu bersaing

Adanya pasar bebas dengan masuknya merek dagang kenamaan dunia atau kelas atas yang menjamur di Indonesia jelas akan membuat UMKM kurang mampu bersaing dalam hal menarik minat konsumen.

Maka dari itu, peran pemerintah sebagai fasilitator seharusnya dapat lebih berpihak ke mendorong perkembangan UMKM ini. Namun, perlu dipertimbangkan juga bagaimana cara mewujudkan UMKM yang mampu bersaing di pasar bebas.

4. Konten

Perkembangan zaman yang mengedepankan digitalisasi menuntut perkembangan produk hingga promosi beralih ke serba digital. UMKM harus mampu bersaing dalam kemajuan mereka memanfaatkan hal tersebut.

Hadi juga menyampaikan, UMKM yang bersaing di pasar bebas dalam e-commerce sudah baik. Akan tetapi, pemerintah dapat mendukung mereka misalnya dengan turut memberikan jalan mudah agar mereka bisa lebih berkembang.

Contohnya, jika ada kegiatan pemerintahan yang memerlukan konsumsi atau buah tangan, pemerintah dapat melirik UMKM lokal terlebih dahulu. Daripada langsung mengambil restoran atau perusahaan besar. Keberpihakkan itu sangat penting.

“Maka volume UMKM ketika produksi makin meningkat, ketika meningkat maka (produk) siap berkompetisi. Sehingga jika kemudian step berikutnya dilepaskan ke pasar bebas, UMKM-nya sudah punya volume yang sudah di-support,” ujar Hadi.

Pascapandemi dan Genjotan Pembangunan Kembali Perekonomian

Pada masa pandemi covid-19 melanda di 2019 lalu, daya perekonomian di tiap negara di dunia turut menurun, begitu pula di Indonesia. Dilansir dari Kemenkeu, Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Seminar Nasional ISEI Tahun 2021 turut menyampaikan pendapatnya.

“Dunia pada tahun lalu mengalami kontraksi minus 3,2 persen dari sisi pertumbuhan ekonominya. Akibat Covid-19 yang kemudian disertai pembatasan mobilitas lalu menciptakan kemerosotan ekonomi,”

Dalam pemulihannya, berbagai upaya dilakukan kebijakan pemerintah, salah satunya menggandeng banyak UMKM untuk bekerja sama. Inovasi ini direalisasikan misalnya oleh pemerintah daerah Surabaya dalam e-Peken (Pemberdayaan Ekonomi Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo).

E-Peken ini bekerja sama dengan berbagai UMKM untuk melayani kebutuhan pokok para aparatur sipil negaranya. Di antaranya adalah kebutuhan bahan makanan, token listrik, dan lainnya. Hal ini terbukti menambah transaksi perekonomian di daerah Surabaya sebanyak paling rendah 4 miliar.

Pemerintah Surabaya juga mengunci pembelian ASN wilayahnya hanya ke UMKM di sekitar domisilinya. Dengan serangkaian aturan yang diterapkan, e-Peken diyakini dapat membantu ekonomi kerakyatan aman.

Tidak hanya itu, genjotan perekonomian juga dilakukan secara perlahan lewat e-commerce. Pembatasan berjarak nasional yang ditetapkan pemerintah membuat transaksi digital meningkat.

Dapat disimpulkan pula, sistem jual beli berbasis digital pada saat itu bahkan hingga kini bukan saja diminati, tetapi sudah seperti kebutuhan tiap individu.

Dengarkan obrolan lengkap mengeni pembangunan kembali ekonomi kerakyatan hanya di siniar Smart Inspiration dalam episode "Membangun Kembali Ekonomi Kerakyatan". Simak juga informasi menarik lainnya mengenai bisnis, pekerjaan, dan berbagai perspektif dalam pengembangan diri hanya di Spotify!

https://money.kompas.com/read/2022/06/19/085833526/eksistensi-ekonomi-kerakyatan-di-tengah-pandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.