Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Transformasi Digital Green Industry, INACO dan Schneider Electric Jalin Kerja Sama

KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki target untuk dapat mencapai net zero emission (NZE) di sektor industri 10 tahun lebih cepat dari target nasional.

Ada empat strategi yang akan menjadi pondasi transformasi digital tersebut, yaitu transisi ke energi baru terbarukan, manajemen dan efisiensi energi, strategi elektrifikasi dalam proses produksi, serta pemanfaatan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu industri yang diharapkan berperan aktif dalam mencapai net zero emission.

Salah satu perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman, PT Niramas Utama (INACO) pun mendukung upaya yang dilakukan Kemenperin dengan meresmikan perjalanan tranformasi digital perusahaan menuju green industry.

Langkah strategis yang dilakukan INACO tersebut sekaligus meresmikan sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi di Pabrik Pusat PT Niramas Utama di Bekasi dengan nama “Go Live”, Rabu (31/1/2024).

INACO turut menggandeng beberapa pihak yang pakar dalam bidangnya masing-masing, salah satunya Schneider Electric.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric membantu perusahaan melakukan pre-assessment, konsultasi, dan pembuatan peta jalan transformasi digital.

Dalam kerja sama itu, Schneider Electric menunjuk PT JETEC Indonesia sebagai mitra sistem integrator dalam melakukan implementasi solusi dan teknologi.

Kerja sama strategis tersebut turut diresmikan oleh BOD PT Niramas Utama (INACO) Adhi Lukman, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, Ketua Tim Pengembangan Program Transformasi Industri Hijau Kemenperin, Ahmad Taufik, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi yang didampingi oleh Industry Business Vice President Schneider Electric Indonesia Martin Setiawan, dan Direktur PT JETEC Indonesia Olivier Vifflantzeff.

Meningkatkan produktivitas dan efisiensi

Berdiri sejak 1990, INACO merupakan salah satu pionir dalam produksi makanan dan minuman penutup (dessert). Adapun pabrik pusat INACO di Bekasi memproduksi berbagai produk, mulai dari jelly, minuman ready to drink (RTD), nata de coco, dan puding.

Pabrik INACO berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas penelitian dan pengembangan terintegrasi, pergudangan, perkantoran, administrasi, fasilitas kunjungan pabrik, hingga demo aplikasi produk.

BOD INACO Adhi Lukman mengatakan, pabrik di Bekasi menjadi proyek pertama digitalisasi sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi.

“Tujuan utamanya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, optimalisasi proses bisnis, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan pemenuhan tanggung jawab perusahaan terhadap penghematan energi serta pengurangan emisi karbon,” ujar Adhi.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pun menyambut baik upaya yang dilakukan INACO. Putu mengatakan bahwa INACO menjadi contoh bagi industri lainnya dalam implementasi industri 4.0 dan green industry.

“Kami berharap akan tumbuh lebih banyak lagi inisiatif-inisiatif seperti ini, agar daya saing sektor industri dalam negeri semakin meningkat di dunia internasional,” kata Putu.

Adapun beberapa solusi EcoStruxure for Industry dari Schneider Electric yang diterapkan pada tahap awal transformasi digital INACO meliputi AVEVA system platform sebagai internet of things (IoT) line monitoring and system alert berbasis software.

Selanjutnya, EcoStruxure Power Monitoring Expert sebagai sistem automasi monitoring energi dan teknologi augmented reality (AR) untuk mendiagnosis performa mesin secara virtual dan real-time.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Roberto Rossi mengatakan, Schneider Electric memiliki visi dan misi untuk menjadi mitra digital bagi pelaku industri.

“Selain teknologi, kami memberikan pendampingan melalui pelatihan, workshop, forum diskusi di tiap level manajemen, baik untuk manajemen lini pertama, menengah, hingga manajemen puncak,” kata Roberto.

Pihaknya juga memiliki tim konsultan yang bisa memetakan kebutuhan transformasi, target, serta detail rencana aksi untuk memastikan transformasi yang dilakukan memberikan keuntungan bisnis dan keberpihakan pada lingkungan.

“Kami mengharapkan solusi di tahap awal ini dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya perawatan aset hingga 20 persen per tahun, 99 persen meningkatkan efisiensi waktu pengumpulan data, dan mengurangi potensi produk gagal hingga 10 persen dengan return of investment (ROI) dalam kurun waktu 2 tahun,” jelas Roberto. 

https://money.kompas.com/read/2024/02/04/202200726/transformasi-digital-green-industry-inaco-dan-schneider-electric-jalin-kerja

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke