Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ical Yakin Pemerintah Tak Ambil Keuntungan dari BLT

Kompas.com - 08/05/2013, 21:23 WIB
Sandro Gatra

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical meyakini pemerintah tidak ingin mengambil keuntungan dari rencana pemberian kompensasi dalam bentuk uang tunai jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan. Menurut Ical, kompensasi memang dibutuhkan untuk membantu gejolak kenaikan harga kebutuhan ketika harga BBM dinaikkan.

"Saya yakin pemerintah yang terdiri dari berbagai partai bukan mencari keuntungan dari (kenaikan) harga BBM," kata Ical seusia bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Rabu (8/5/2013). Presiden dan Ical bertemu empat mata membahas rencana kenaikan BBM.

Hal itu dikatakan Ical ketika dimintai tanggapan kecurigaan para politisi di DPR, termasuk dari Fraksi Partai Golkar, bahwa kompensasi uang tunai akan digunakan parpol penguasa untuk menarik dukungan di pemilu 2014. Mereka berkaca pada pengalaman pemberian bantuan langsung tunai (BLT) ketika kenaikan harga BBM di periode pertama SBY.

Ical mengaku mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi lantaran 80 persen subsidi BBM dipakai oleh kalangan yang tak layak medapat subsidi, yakni menengah ke atas. Mengenai angka kenaikan harga BBM, Ical menyerahkan ke pemerintah. Secara perlahan, kata Ical, subsidi BBM harus dikurangi hingga tanpa ada subsidi.

Ical juga mengaku mendukung kompensasi dalam bentuk uang tunai, namun hanya untuk jangka waktu 4-6 bulan. Jika dulu dinamakan BLT, program nanti bernama bantuan langsung sosial masyarakat (BLSM). Menurut Ical, kemungkinan para politisi Golkar yang menolak BLSM lantaran mengira program akan berjalan sampai pemilu 2014.

"Saya usulkan kompensasi jangka pendek 4-6 bulan. Ditambah lagi penambahan raskin (beras miskin). Lalu kompensasi jangka panjang untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan program kesejahteraan rakyat seperti beasiswa," kata Ical.

Ical berharap fraksi lain di DPR mendukung usulannya itu ketika pembahasan penyusunan Undang-Undang APBN Perubahan 2013. Rencananya, pemerintah akan menyelesaikan draf RAPBNP 2013 pekan ini agar bisa segera dibahas bersama DPR. Presiden berharap UU APBNP disahkan Mei ini agar harga BBM bisa segera dinaikkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Harga BBM Shell Per 1 Mei 2024 Naik, Cek Rinciannya!

    Harga BBM Shell Per 1 Mei 2024 Naik, Cek Rinciannya!

    Whats New
    Satgas Judi Online Belum Mulai Bekerja, Pemerintah Masih Susun Formula

    Satgas Judi Online Belum Mulai Bekerja, Pemerintah Masih Susun Formula

    Whats New
    Penyaluran Kredit Ultra Mikro Capai Rp 617,9 Triliun di Kuartal I-2024

    Penyaluran Kredit Ultra Mikro Capai Rp 617,9 Triliun di Kuartal I-2024

    Whats New
    Bayar Klaim Simpanan 10 BPR Bangkrut, LPS Kucurkan Rp 237 Miliar per April 2024

    Bayar Klaim Simpanan 10 BPR Bangkrut, LPS Kucurkan Rp 237 Miliar per April 2024

    Whats New
    [POPULER MONEY] Mendag Zulhas: Warung Madura Boleh Buka 24 Jam | KFC Malaysia Tutup Lebih dari 100 Gerai, Imbas Boikot

    [POPULER MONEY] Mendag Zulhas: Warung Madura Boleh Buka 24 Jam | KFC Malaysia Tutup Lebih dari 100 Gerai, Imbas Boikot

    Whats New
    Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

    Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

    Spend Smart
    Cara Beli Token Listrik di ATM BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI

    Cara Beli Token Listrik di ATM BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI

    Spend Smart
    Cara Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia dan Syaratnya

    Cara Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia dan Syaratnya

    Spend Smart
    Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 21,5 Triliun

    Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 21,5 Triliun

    Whats New
    Indosat Catat Laba Rp 1,29 Triliun di Kuartal I-2024

    Indosat Catat Laba Rp 1,29 Triliun di Kuartal I-2024

    Whats New
    Adira Finance Cetak Laba Bersih Rp 432 Miliar pada Kuartal I-2024

    Adira Finance Cetak Laba Bersih Rp 432 Miliar pada Kuartal I-2024

    Whats New
    Inaplas Dukung Pemerintah Atasi Polusi Sampah Plastik

    Inaplas Dukung Pemerintah Atasi Polusi Sampah Plastik

    Whats New
    Program Pemberdayaan Daerah Gambut di Bengkalis oleh PT KPI Mampu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

    Program Pemberdayaan Daerah Gambut di Bengkalis oleh PT KPI Mampu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

    Whats New
    Astra Internasional Bakal Tebar Dividen Rp 17 Triliun, Simak Rinciannya

    Astra Internasional Bakal Tebar Dividen Rp 17 Triliun, Simak Rinciannya

    Whats New
    Emiten Nikel IFSH Catat Penjualan Rp 170 Miliar di Kuartal I 2024

    Emiten Nikel IFSH Catat Penjualan Rp 170 Miliar di Kuartal I 2024

    Whats New
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com