Kompas.com - 26/11/2013, 15:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

Katanya, dalam sebulan bisa bertambah sekitar 450 member baru. Pengguna jasa Datangya.com datang dari berbagai daerah, seperti Medan, Jakarta, Lampung, Surabaya dan Malang. Bahkan, ada pula warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri, seperti Amerika Serikat (AS).

Jika dihitung menggunakan biaya rata-rata Rp 200.000 - Rp 350.000 per klien, maka Datangya.com bisa meraup omzet berkisar Rp 30 juta - Rp 50 juta sebulan.

Berbeda dengan Vio.com. Kata Nikko, Vio mengusung versi video sebagai keunggulan undangan online. Nikko menjelaskan, proses kreatif diawali pemilihan template oleh pelanggan. Lalu, pelanggan wajib mengirim empat file foto yang akan ditampilkan dalam video undangan.

Dengan begitu, kata Nikko, pelanggan tidak perlu repot-repot bertatap muka dengan dirinya. Semua negosiasi dan transaksi dilakukan secara online. “Banyak juga pelanggan saya dari luar kota. Bahkan, saya pernah melayani pemesanan video undangan pernikahan dari Australia,” ujar lulusan Cyber Media Collage Jakarta ini.

Setelah pembuatan video rampung, hasilnya diunggah ke website vio.web.id. Pelanggan akan mendapat tautan (link) dari video tersebut yang bisa disebarluaskan kepada para undangan. Nah, setiap undangan bisa melihat tampilan video secara streaming.

Nikko mematok tarif Rp 1 juta untuk pembuatan satu video berdurasi 1 menit di Vio.com. Dari bisnis ini, ia mengaku, bisa meraup omzet hingga Rp 10 juta per bulan. "Para pemain di bisnis ini paling tidak harus menguasai software Adobe Creative Suite untuk pembuatan video undangan," ujarnya.

Adapun, Vidiyan.com menawarkan keunggulan desain berupa kartun eksklusif. Kartun ini bisa bergambar pasangan mengenakan pakaian adat pernikahan ataupun profesi masing-masing pasangan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada empat fitur yang ditampilkan dalam setiap undangan, yaitu halaman utama, bagian informasi pernikahan, denah lokasi serta galeri foto pasangan. Kata Yanuar, undangan online akan diunggah ke website vidiyan.com. Setiap pelanggan akan menerima link yang bisa disebarkan ke undangan. Ia memberikan kesempatan revisi desain cuma sekali, sebelum di-publish.

Yanuar mematok tarif berkisar Rp 500.000 - Rp 750.000 per undangan. Dalam sebulan, ia bisa mendapat lima - delapan pelanggan. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet Rp 4 juta - Rp 6 juta. (Revi Yohana, Noor Muhammad Falih, Pratama Guitarra)

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X