Mana Lebih Untung, Investasi Properti atau Saham Properti?

Kompas.com - 13/08/2016, 17:15 WIB
grafis grafis
EditorM Fajar Marta

Sumber: Yahoo Finance

 

Apabila pergerakan harga bulanan tersebut saya konversikan dalam sebuah table, akan muncul sebagai berikut:

grafis

Secara persentase pergerakan bulanan yang dijumlahkan, maka kita akan menemukan bahwa pergerakan nilai tengah dari harga properti umum di daerah Tangerang hanya sebesar 17,78 persen rentang waktu 1 tahun.

Sementara, pergerakan harga saham yang menjadi pengembang di daerah Tangerang, menghasilkan 30,18 persen untuk saham BSDE, 32.14 persen untuk saham ASRI, 19,92 persen untuk saham SMRA, dan 14,83 persen  untuk saham LPKR.

Ini berarti harga pertumbuhan saham properti lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga propertinya itu sendiri.

Bukan hanya itu, kita perlu meneliti lebih lanjut terhadap apa yang disebut likuiditas. Bila harga naik, naik dan naik tetapi tidak pernah ada yang beli sama juga bohong!

 

grafis

Contoh sederhana dapat kita perhatikan table di atas tentang kisaran permintaan dan penawaran.

Terlihat bahwa over demand ada pada range harga yang kecil. Sementara pada harga yang diatas Rp 400,59 juta, terjadi sebaliknya dengan lebih banyak yang menawarkan daripada yang berminat.

Bila mengacu kepada posisi tersebut, maka dapat kita asumsikan terjadi kekurangan likuiditas pada pangsa pasar properti setidaknya selama 1 tahun terakhir ini pada areal tersebut.

Bagaimana dengan saham propertinya?

 

grafis

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X