Balada “Cheese Stick” Remuk di Bulan Berkah

Kompas.com - 22/06/2017, 12:57 WIB
Ilustrasi jasa pengiriman menggunakan motor. grapestockIlustrasi jasa pengiriman menggunakan motor.
|
EditorSri Noviyanti

Sementara, yang lainnya membantu mengangkat dua kardus yang ikut terbanting. Meski mengenakan jaket lengan panjang berikut celana panjang dan bersepatu keds, Yusup tak terhindarkan dari luka-luka di kedua telapak tangannya. Di dekat jari kelingking tangan kirinya, malahan ada goresan luka berdarah.   

Setengah jam lebih berhenti sembari merapikan barang bawaannya, Yusup mengatur napasnya. Usai menenangkan perasannya, ia mengucapkan terima kasih kepada warga yang menolongnya, Yusup kembali melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di rumah Rosmita, Yusup menyerahkan dua dus pesanan itu. "Maaf Mbak Ros, tadi saya kecelakaan," katanya.

Usai mendengar keterangan Yusup, Rosmita bergegas memeriksa penganan pesanannya itu. Benar saja, lantaran kecelakaan kecil itu, penganan pesanannya kebanyakan rusak. "Aduh, cheese sticknya banyak yang remuk ya," kata Rosmita dengan nada agak tinggi.
Kepada Yusup, Rosmita mengatakan agar Yusup pulang saja. "Nanti aku kontak Mbak Nana ya soal pembayaran pesanan separuhnya lagi," kata Rosmita.

Di rumah, Nana yang menunggu nyaris dua jam, saat ahirnya mendapat cerita dari Yusup, mendadak kehilangan semangat. Soalnya, pesan melalui WA menunjukkan bahwa Rosmita tak mau membayar separuh harga yang telah disepakati. "Kan makanannya banyak yang rusak Mbak," begitu tulis Rosmita.

Nana mengaku pengalaman setahun lalu memang memberinya banyak pelajaran. Sebagai yang tergolong pemula dalam bisnis penganan, Nana memang perlahan-lahan menata kerja untuk mengukur risiko.

Salah satu yang sempat luput dari perhitungannya adalah risiko kecelakaan kerja yang dialami Yusup. "Aku enggak pernah nyangka bisa kejadian seperti itu," tutur mantan sekretaris direksi di sebuah perusahaan jasa konstruksi itu.

Risiko

Berbekal pengalaman itu, Nana memang kian giat memperbaiki berbagai lini bisnis rumahannya itu. Bagi orang seperti Nana, sedikitnya ada beberapa risiko bisnis yang menjadi pertimbangan.

Pertama, risiko keuangan. Jangan sampai keuangan pribadi sampai tergerus untuk kepentingan bisnis. 

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X