"Nongkrong" ala Petugas Pajak di Mall hingga Kelurahan...

Kompas.com - 05/03/2019, 15:12 WIB
Para wajib pajak di Kota Ambon, Jumat (30/9/2016) memadati kantor Pelayanan Pratama Ambon untuk mengikuti prgram tax amnesty yang berakhir hari ini. Banyaknya warga yang datang memaksa pihak kantor terpaksa mnyediakan ruangan lainnya untuk melayani masyarakat Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyPara wajib pajak di Kota Ambon, Jumat (30/9/2016) memadati kantor Pelayanan Pratama Ambon untuk mengikuti prgram tax amnesty yang berakhir hari ini. Banyaknya warga yang datang memaksa pihak kantor terpaksa mnyediakan ruangan lainnya untuk melayani masyarakat

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak perlu kaget bila Anda menemukan banyak pegawai pajak nongkrong di mall saat jam kerja, lengkap dengan pakaian dinasnya.

Sebab, pada musim laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak seperti saat ini, sejumlah petugas pajak memang ditugaskan untuk "nongkrong" di mall.

Tentu saja nongkrong ala petugas pajak bukannya untuk menikmati waktu senggang. Mereka sesungguhnya sedang bekerja.

Baca juga: Ini Upaya Pemerintah Menutup Celah Korupsi di Sektor Pajak

Layanan pajak akan dibuka dengan nama Pojok Pajak. Tempat tersebut bisa digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan SPT-nya, jadi tak perlu lagi repot ke kantor pajak.

"Jadwalnya akan nongkrong di beberapa mall. Kawan-kawan akan jemput bola," ujar Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Pusat Estu Budiarto, Jakarta, Selasa (5/4/2019).

Selain di mall, sejumlah petugas pajak juga akan "nongkrong" di kelurahan. Tujuannya sama, yakni menghadirkan layanan Pojok Pajak, namun ditempatkan di kantor kelurahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sudah 3,2 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT, 90 Persen Via E-Filing

Rencananya para petugas pajak akan "nongkrong" di kelurahan setiap sore hari. Kehadiran petugas pajak tersebut diharapkan bisa mempermudah masyarakat melaporkan SPT-nya.

Layanan Pojok Pajak di mall atau kelurahan juga menambah opsi masyarakat lapor SPT selain opsi pelaporan secara online atau manual di kantor pajak.

"Secara umum kebijakan Ditjen Pajak kita kan sudah mudahkan dengan e-filing dan bisa kerjakan dari handphone. Kemudian sistem pelayanan di KPP juga akan dibuat kelas-kelas. Jadi kalau antri kan panjang sementara generasi sekarang banyak gunakan gadget jadi lebih cepat," ungkap dia.

Baca juga: Tak Ingin Kena Denda? Lapor SPT Pajak Anda Sebelum Jatuh Tempo

Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Pusat sendiri menargetkan 123.000 wajib pajak lapor SPT. Sedangkan hingga saat ini, wajib pajak yang sudah melapor baru sekitar 18.000 wajib pajak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.