Diskriminasi Uni Eropa, Pengusaha Berharap Dukungan Pemerintah

Kompas.com - 15/04/2019, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia saat ini tengah mengalami diskriminasi oleh Uni Eropa terkait kebijakan produk sawit. Kebijakan diskriminasi itu melalui penerbitan delegated act yang merupakan turunan dari renewable energy directive II (RED II).

Karena itu, pengusaha dalam negeri berharap dukungan pemerintah untuk memperjuangkan nasib sawit di internasional.

Presiden Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa, mengatakan, pemerintah Indonesia harus berpihak pada industri sawit di tengah persoalan yang ada. Ia tidak mempermasalahkan siapapun presiden terpilih nanti.

"Yang sekarang (Jokowi-Jusuf Kalla) kan, kita merasa tiga tahun belakangan ini luar biasa support-nya, karena saya 2007 sudah di Astra Agro. Enggak ada menteri luar negeri atau menko untuk kelapa sawit, di depan menentang diskriminasi dan memperjuangkan petani kelapa sawit," kata Santosa di Gedung Menara Astra, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Menurut Santosa, masif dan kuatnya dukungan pemerintah melalui kementerian terkait soal sawit harus dipertahankan. Bahkan jika bisa terus ditingkatkan.

Jika terpilih, baik Joko Widodo atau Prabowo untuk memimpin Indonesia selama limat tahun ke depan kebijakannya harus mendukung sawit nasional.

"Kalau pemerintan yang sekarang tetap memimpin, mestinya tidak akan menurun (perhatiannya). Dan yang baru kita berharap kalau ada pergantian, semoga komitmennya tetap sama atau malah lebih baik,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, selain pemerintah, pelaku usaha nasional juga harus serius menyelesaikan masalah lingkungan yang terdampak dari produksi kelapa sawit. Karena, masalah lingkungan erat kaitannya dengan perusahaan sawit dan selalu mendapat sorotan pegiat lingkungan.

Salah satu poinya ialah wajib menjalankan roda bisnis ini sesuai dengan sertifikat dan standar yang diatur dalam ISPO.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat, Cek Syarat dan Biayanya

Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat, Cek Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

Whats New
7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

Rilis
Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah hingga Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS

Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah hingga Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS

Whats New
PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional Kolaborasi Bangun Pipa Gas Senipah-Balikpapan

PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional Kolaborasi Bangun Pipa Gas Senipah-Balikpapan

Whats New
Sri Mulyani: Ketahanan Pangan RI Aman, tapi Waspada Tekanan Inflasi Pangan

Sri Mulyani: Ketahanan Pangan RI Aman, tapi Waspada Tekanan Inflasi Pangan

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal, APPBI Dukung Asalkan Pandemi Cepat Berlalu

Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal, APPBI Dukung Asalkan Pandemi Cepat Berlalu

Whats New
IHSG Turun 1,1 Persen, Rupiah Kian Melemah Jadi Rp 15.026 Per Dollar AS

IHSG Turun 1,1 Persen, Rupiah Kian Melemah Jadi Rp 15.026 Per Dollar AS

Whats New
Kemendag Mulai Pasarkan 5.000 Liter Minyakita Rp 14.000 Per Liter Hari Ini

Kemendag Mulai Pasarkan 5.000 Liter Minyakita Rp 14.000 Per Liter Hari Ini

Whats New
Health Insurtech Rey Rilis Asuransi Berbasis Membership, Harga Mulai Rp 35.000 Per Bulan

Health Insurtech Rey Rilis Asuransi Berbasis Membership, Harga Mulai Rp 35.000 Per Bulan

Whats New
Mendag Zulhas: Minyakita Sudah Ada Izin Edarnya, Siapa Saja Bisa Beli

Mendag Zulhas: Minyakita Sudah Ada Izin Edarnya, Siapa Saja Bisa Beli

Whats New
Kemenaker Minta Pengawas Ketenagakerjaan Berbenah Diri dan Dukung Iklim Investasi

Kemenaker Minta Pengawas Ketenagakerjaan Berbenah Diri dan Dukung Iklim Investasi

Whats New
ITDC Optimis Pembangunan Tahap 1 Tana Mori Berjalan Sesuai Target

ITDC Optimis Pembangunan Tahap 1 Tana Mori Berjalan Sesuai Target

Rilis
Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 13,8 Triliun

Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 13,8 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.