Operasional Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai Dipindahkan ke Terminal Internasional

Kompas.com - 20/04/2019, 09:00 WIB
Petugas tengah memadamkan api yang berkobar di area dalam bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (19/4/2019) sore. dokumentasi BPBD BadungPetugas tengah memadamkan api yang berkobar di area dalam bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (19/4/2019) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) mengalihkan operasional di terminal domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali ke terminal keberangkatan internasional di bandara tersebut.

Bagi calon penumpang penerbangan domestik yang ingin melakukan check in bisa melalui terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya insiden kebakaran di area terminal domestik pada, Jumat (19/4/2019) pukul 16.50 WITA kemarin.

"Dengan kesigapan dan kecepatan Petugas PKP-PK dan Avsec Bandara telah berhasil memadamkan api pada pukul 17.20 WITA dan mengevakuasi penumpang ketempat yang aman dari sekitar lokasi kejadian," ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2019) malam.

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali

Bagi para calon penumpang pesawat domestik, baik Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air dan Lion Air Grup dapat menggunakan konter Check in island E terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Nantinya, para penumpang akan diarahkan oleh petugas melalui jalur connecting yang melewati Hotel Novotel menuju boarding gate.

"Angkasa Pura I selaku pengelola bandara juga telah menyediakan help desk dan snack box bagi calon penumpang yang penerbangan terdampak dari kejadian kebakaran di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali," kata Haruman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kebakaran di Bandara Ngurah Rai, Terminal Domestik Lumpuh

Adapun penerbangan domestik yang terdampak insiden ini sebanyak 19 penerbangan yaitu Lion Air 4 penerbangan, Garuda Indonesia 5 penerbangan, NAM Air 2 penerbangan, Batik Air 2 penerbangan, Wings Air 1 penerbangan, Air Asia 1 penerbangan, Citilink 3 penerbangan, dan Sriwijaya Air 1 penerbangan.

Mengenai penyebab terjadinya kebakaran, saat ini kami sedang menunggu investigasi lebih lanjut dari pihak terkait. Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meminta maaf atas ketidaknyaman yang timbul akibat aktivitas pemulihan area yang terkena dampak dari kejadian kebakaran ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Work Smart
AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X