Pertumbuhan Penerimaan Seret, Ini Kata Dirjen Pajak

Kompas.com - 22/04/2019, 21:36 WIB
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert PakpahanKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 249 triliun pada kuartal I-2019, angka ini hanya tumbuh 1,8 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menilai, realisasi kuartal I-2019 yang masih seret tidak bisa menggambarkan penerimaan pajak hingga akhir 2019 nanti.

"Terlalu pagi membaca data 3 bulan untuk menyimpulkan apa yang terjadi over all 2019," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/4/2019).

"Saya harap dua bulan lagi, sebulan lagi lebih gampang membaca datanya," sambung dia.

Robert mengatakan, melambatnya pertumbuhan penerimaannya pajak kuartal I-2019 tak lepas karena penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang minus 8,9 persen.

PPN anjlok disebabkan oleh kebijakan pengembalian restitusi yang dilakukan lebih awal oleh Ditjen Pajak.

Dari bulan Januari-Maret 2019 kata dia, jumlah restitusi yang dibayarkan pemerintah mencapai Rp 50,56 triliun, tumbuh 47,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan melalukan pembayaran restitusi di awal 2019, Robert mengatakan penerimaan pajak secara netto hingga akhir 2019 tidak akan berkurang banyak.

"Kan restitusi karna ada pajak yang udh dibayar lebih dulu. Kalau udah dibayar kan makin kurang utang. Kami ini cepat-cepat bayar utang-utang itu," kata dia.

Target penerimaan pajak di APBN 2019 mencapai Rp 1.577 triliun. Itu artinya realisasi Rp 249 triliun pada kuartal I-2019 baru 15,8 persen dari target.




Close Ads X