Naik 24,9 Persen, Laba Bersih IPC Capai Rp 757,9 Miliar

Kompas.com - 26/04/2019, 16:36 WIB
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (Pelindo II) Elvyn G Masassya, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (30/1/2017). Achmad Fauzi/Kompas.com Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (Pelindo II) Elvyn G Masassya, saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (30/1/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC meraup laba bersih Rp 757,9 miliar pada kuartal pertama 2019. Jumlah ini naik 24,9 persen dibandingkan perode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan laba bersih itu terkait dengan efisiensi operasional yang kami lakukan. Ini juga dampak dari digitalisasi semua pelayanan IPC,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, dikutip dalam dalam siaran persnya Jumat (26/4/2019).

Menurut Elvyn, pihaknya berhasil menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 2,37 persen sepanjang kuartal pertama 2019. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) IPC, BOPO diproyeksikan sebesar 69,12 persen.

“Namun dalam realisasinya kami bisa menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional menjadi sebesar 67,48 persen,” sebutnya.

Baca juga: Menteri BUMN Tunjuk 2 Direktur Baru IPC

Elvyn mengatakan, sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia, IPC berkomitmen untuk terus melakukan efisiensi agar seluruh pelayanan dan operasionalnya memiliki daya saing yang tinggi. Efisiensi ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen.

“Prinsip kami adalah bagaimana memberikan pelayanan kepelabuhanan yang lebih cepat dan lebih mudah," ucapnya.

Di era ini lanjut dia, IPC terus bertransformasi menjadi trade facilitator. Sebagai pintu gerbang aktivitas ekspor-impor, IPC turut berperan menjadikan produk-produk di dalam negeri memiliki daya saing yang tinggi di luar negeri. Oleh karena itu positioning IPC sebagai trade facilitator menjadi penting.

Dalam konteks sebagai trade facilitator, saat ini IPC sedang mengembangkan New Priok Eastern Access (NPEA) yang menghubungkan Priok dengan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Pembangunan akses jalan di bagian timur pelabuhan tersebut sudah mencapai 60 persen.

“Kami berharap tahun ini bisa selesai, sehingga akses jalan tersebut akan memperlancar arus keluar masuk barang dari KBN ke pelabuhan dan dermaga-dermaga di Tanjung Priok,” katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X