Kolaborasi Bank dan Fintech, Siapa yang Diuntungkan?

Kompas.com - 30/04/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi bank ShutterstockIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak beberapa tahun lalu perusahaan teknologi keuangan alias financial technology ( fintech) terus tumbuh dan berkembang hingga kini. Manfaat akan kehadirannya makin dirasakan publik.

Ada beberapa jenis fintech beroperasi di Indonesia yang terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya jenis peer to peer lending. Namun, hingga kini masih ada anggapan dan penilaian, bahwa kehadiran fintech jadi ancaman bagi perbankan di Tanah Air.

Bagaimana jika bank dan fintech melakukan kolaborasi atau kerja sama? Apa hasilnya dan siapakah yang diuntungkan?

Vice President Amartha Aria Widiyanto mengatakan, jauh sebelum ada anggapan itu mereka sudah melakukan kerja sama dengan bank. Menurut dia, akan lebih baik bila bank dan fintech melakukan sinergi melalui beragam bentuk kerja sama.

Baca juga: Saatnya Perbankan dan Fintech Lending Kolaborasi

"Kami adalah salah satu fintech yang paling awal berkolaborasi dengan bank. Bank Mandiri, mereka channel link kita, Bank Permata juga. Kalau kata orang fintech menggerus bank, kata saya kenapa harus digerus, kenapa tidak berkolaborasi?" kata Aria kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut Aria, kolaborasi antara bank dan fintech sangatlah baik dan akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Fintech bisa menjadi perantara atau jembatan bagi bank untuk menyalurkan pendaannya atau kredit yang belum terjangkau selama ini, antara lain karena akses geografis atau faktor-faktor lainnya.

"Menurut saya bank dan fintech itu justru saling menguatkan. Misalnya kolaborasinya Amartha dengan Bank Mandiri, Bank Mandiri enggak perlu buka 1.000 cabang untuk menjangkau desa-desa, mereka bisa salurkan (dana) channel link ke kami dan kita bisa distribusikan itu ke customer base kita," sebutnya.

"Karena konsep channel link itu kan di book (masuk) sebagai kredit mereka," tambah Aria.

Baca juga: Pinjaman Fintech Sudah Menembus Rp 28,36 Triliun, Ini Penyebabnya

Dia menjelaskan, selama ini Amartha telah mengaplikasikan kerja sama dengan bank dalam bentuk akun. Seluruh transaksi para pengguna atau investor latar belakanganya ada pada perbankan.

Karena itu, sangat memungkinkan bank dan fintech bersinergi di berbagai bentuk layanan dan transaksi.

"Justru antar perbankan dan fintech saling menguatkan. Armatha juga seluruh transaksi backbone-nya semua bank. Misalnya investor buka account di Amartha, kita bikin virtual account yang dikelolah oleh bank," sebutnya.

"Jadi semakin fintech maju, itu bank juga dapat untung lebih banyak, bisa dari fee-nya, bisa dari dana kelola. Jadi fintech bisa memmperkuat perbaknan, terutama dari sisi jangkauannya. Adanya fintech, bank punya tangan-tangan dan bisa menjangkau lebih untuk penetrasi," lanjutnya.

Baca juga: Revolusi Senyap Industri Fintech Indonesia

Mencermati manfaat yang dirasakan dua jasa layanan keuangan itu, Aria membantah jika fintech menjadi ancaman sekaligus penggerus peluang segmen permodalan perbankan selama ini. Sebab, kehadiran dan keberadaan fintech juga ada sisi positifnya, salah satunya membantu menyalurkan permodalan bagi mereka yang selama ini belum terjamah layanan perbankan, utamanya masyarakat di pedesaan.

"Kami tidak merasa mengancam, tapi menjadi sebuah opportunity atau kesempatan yang besar untuk saling menguatkan dan tumbuh bersama. Toh goal-nya sama, satu financial inclusion, jadi kalau goal satu, ya udah sama-sama aja. Berkolaborasi," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X