KILAS

Kementan Terus Perangi Mafia Pupuk untuk Sejahterakan Petani

Kompas.com - 28/05/2019, 11:52 WIB
Ilustrasi pupuk bersubsidi untuk petani yang punya Kartu Tani Dok. Humas Kementerian Pertanian RIIlustrasi pupuk bersubsidi untuk petani yang punya Kartu Tani

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian ( Kementan) terus berusaha memerangi mafia pupuk untuk membantu para petani.

Asal tahu saja, aksi mafia pupuk ini dinilai semakin membuat para petani kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau.

Pasalnya, para mafia pupuk akan menetapkan harga jual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, sulitnya penyebaran pupuk bersubsidi di seluruh wilayah nusantara merupakan akar masalah dari kelangkaan pupuk bagi para petani.

Kondisi inilah yang membuat pemerintah beralih ke sistem pembayaran langsung (direct payment) sehingga petani bisa mendapatkan langsung pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah dengan harga terjangkau. 

“Dengan begitu, mafia pupuk semakin sempit untuk mendapat celah untuk melancarkan aksinya," ujar Sarwo Edhy di Jakarta, sesuai rilis yang Kompas.com terima, Selasa (28/5/2019).

Sarwo Edhy menambahkan, Kementan juga sudah menginstruksikan kepada seluruh Anggota Holding Pupuk agar menyediakan pupuk non-subsidi di Kios Resmi.

Hal itu dilakukan agar petani tidak membeli pupuk di sembarang tempat, yang pada akhirnya memungkinkan mereka mendapat pupuk dengan harga tinggi ataupun pupuk palsu. 

“Bagi petani yang belum tergabung dalam kelompok tani, pupuk non-subsidi ini bisa didapatkan dengan lebih mudah,” kata Sarwo Edhy.

Sanksi tegas mafia pupuk

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X