Hari Lahir Pancasila, Sri Mulyani Ingatkan ASN Jaga Integritas

Kompas.com - 01/06/2019, 10:36 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi keterangan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (22/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi keterangan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan aparatur sipil negara kementeriannya untuk memupuk marwah Pancasila. Pancasila menjadi dasar negara bahwa harus menjada persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

Dalam melaksanakan amanat tersebut, kata Sri Mulyani, maka bawahannya harus bersikap profesional dan menjaga integritas di tengah panasnya suhu politik.

"Saya tekankan setiap ASN Kemenkeu untuk menjaga tugas utama kita mengelola uang negara dan APBN dengan profesional, kredibel, dengan integritas dan hati-hati," ujsr Sri Mulyani saat memberi amanat dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Baca juga: BPK Soroti Utang Pemerintah, Ini Tanggapan Sri Mulyani

Sri Mulyani menyorot fenomena yang terjadi menjelang hingga pasca pemilu di Indonesia. Pemberlakuan politik identitas telah meluruskan solidaritas, bahkan meregangkan hubungaan kekeluargaan dsn persahabatan.

Jika tidak menganut asas Pancasila, maka bangsa akan terpecah belah. Karena itu, Sri Mulyani ingin ASN Kemenkeu menjadi bagian terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.

"Saya tekankan pentingnya sikap ASN Kemenkeu, jangan ada di antara kita yang tega berkhianat terhadap komitmen persatuan RI berdasarkan Pancasila. Jangan kita ikut terpancing aktivitas yang merusak ketahanan bangsa," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Tenaga Kerja Indonesia Harus Naik Kelas

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menekankan profesionalitas ASN, termasuk netralitas dalam menyikapi perkembangan politik. Sebagai pengabdi negara, sedianya saling mengingatkan agarbtidak mudah terprovokasi dan dipecah belah atas isu apapun.

Ia juga meminta bawahannya untuk menjaga nama baik institusi, menjaga sikap dan kata, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Termasuk menjadi corong yang mengkoreksi info tidak benar yang berkaitan dengan keuangan negara.

"Di era sekarang, perang data dan informasi termasuk penyalahgunaan dan penyesatan data berkembang pesat. Saya tidak mau ASN Kemenkeu jadi korban maupun pelaku penyebaran informasi yang salah," jelad Sri Mulyani.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X