AP I: Penangguhan Pembayaran Biaya Jasa Bandara Bukan Hal Baru

Kompas.com - 11/06/2019, 12:19 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berbenah menyambut digelarnya IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali, 9-14 Oktober 2018 mendatang. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIABandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berbenah menyambut digelarnya IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali, 9-14 Oktober 2018 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji mengatakan permohonan penangguhan biaya sewa jasa kebandaraan yang diajukan Lion Air bukanlah yang pertama dan bukan pula maskapai pertama.

"This is not the first time. And this is not the first airline. Jadi jangan salah, ini bukan maskapai pertama. Dan ini bukan pertama kalinya," kata Devy Suradji di sela-sela halal bihalal Kementerian BUMN di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Dia menyebut, beberapa maskapai seperti Wings Air, Batik Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya pun pernah melakukan hal serupa. Bahkan, menurutnya semua maskapai pernah melakukan hal yang sama sehingga penundaan pembayaran adalah kejadian yang wajar.

Baca juga: Keuangan Sulit, Lion Air Ajukan Penundaan Pembayaran Jasa Bandara ke AP I

"Ada beberapa maskapai Indonesia. Semuanya dalam kurun waktu berbeda dengan cabang berbeda itu sudah pernah. Bukan melakukan penundaan tapi renegosiasi. Tidak ada yang tidak pernah melakukan regoniasisi pembayaran," papar Devy.

"Jangankan airline, kemarin Gunung Agung meletus di Bali, semua tenant di Bali mengajukan penundaan. This is not new cuma karena topiknya lagi hangat saja," lanjut Devy.

Kendati bukan hal baru, Devy pun enggan menyebut besaran angka yang ditangguhkan untuk Lion Air. Dia hanya menuturkan kewajiban yang mesti dibayar maskapai meliputi extend, parking fee, landing fee, check in counter dan baggage handling system.

"Yang benar-benar (harus dibayar) airline itu biaya parkir, extend, landing fee, dan sebagainya. Nah, biasanya maskapai mengajukan penundaan pembayaran itu kalau rutenya sepi atau turun, perubahan rute, ada bencana alam, banyak kasusnya. Kalau sudah begitu kita coba cari jalan temu," ungkap dia.

 Sebelumnya diberitakan, Lion Air mengkonfirmasi meminta penangguhan pembayaran jasa kebandaraan untuk Januari, Februari, dan Maret 2019. Namun untuk April 2019, pembayaran berjalan normal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.