Soal Nasib Karyawan Giant yang Gerainya Ditutup, Ini Tanggapan Manajemen

Kompas.com - 26/06/2019, 10:00 WIB
Keadaan Giant Ekspress Mampang Prapatan saat memberikan diskon besar-besaran karena gerai akan tutup, Minggu (23/6/2019 FIKA NURUL ULYAKeadaan Giant Ekspress Mampang Prapatan saat memberikan diskon besar-besaran karena gerai akan tutup, Minggu (23/6/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Hero Supermarket Tbk Hadrianus Wahyu Trikusumo membenarkan Giant akan menutup 6 buah gerainya tanggal 28 Juli 2019 mendatang.

Terkait nasib karyawan Giant yang terdampak penutupan gerai, Hadrianus mengatakan karyawan dapat mengajukan diri untuk dapat bertugas di unit bisnis HERO yang lain, seperti Guardian dan IKEA.

"Rekan kerja dapat mengajukan diri untuk dapat bertugas di unit bisnis kami yang lain dan kami akan berupaya memberikan peluang di masa depan jika memungkinkan," kata Hadrianus Wahyu Trikusumo kepada Kompas.com melalui surel, Rabu (26/6/2019).

Hadrianus mengakui, perubahan ini akan menjadi periode sulit bagi karyawan terdampak. Tapi, pihaknya memastikan transisi karyawan yang mengajukan diri ke unit bisnis lain bisa berjalan optimal dan adil.

Baca: Tutup Sejumlah Toko di Jabodetabek, Giant Tebar Diskon Hingga 50 Persen

"Kami telah mengkomunikasikan hal ini dengan jelas kepada rekan kerja dan telah berusaha seoptimal mungkin untuk memperlancar transisi, serta memperlakukan semua dengan adil dan penuh rasa hormat," kata Hadrianus

Namun, dia tak dapat menyebutkan besaran karyawan yang terkena PHK maupun besaran uang pesangon. Tapi yang pasti, segala keputusan yang diambil dalam perubahan bisnisnya mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia.

"Kami tidak dapat memberikan informasi ini secara spesifik. Tapi kami akan selalu memastikan bahwa perubahan dalam bisnis kami selalu mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia," jelas Hadrianus.

Akui Ada Persaingan

Hadrianus menjelaskan, penutupan sejumlah gerai ini sebagai akibat karena meningkatnya persaingan dalam bidang ritel dalam beberapa tahun terakhir.

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen," ujar Hadrianus.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X