Di Thailand, Penguatan Nilai Tukar Malah Bikin Sakit Kepala

Kompas.com - 19/07/2019, 09:29 WIB
Wat Pho salah satu kuil ikonik di Bangkok, Thailand, Mingu (4/2/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAHWat Pho salah satu kuil ikonik di Bangkok, Thailand, Mingu (4/2/2018).

BANGKOK, KOMPAS.com - Menteri pariwisata Thailand menyalahkan penguatan nilai tukar baht sebagai biang keladi menurunnya jumlah kedatangan wisatawan ke negeri tersebut. Sang menteri pun bakal membicarakan kondisi itu dengan gubernur bank sentral.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (19/7/2019), Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Pitak Ratchakitprakarn mengarakan, kedatangan turis asing anjlok lantaran nilai tukar baht terlalu perkasa.

Ratchakitprakarn mengungkapkan, dirinya akan berdiskusi dengan Bank of Thailand dan menteri keuangan untuk mengambil langkah guna mendukung industri pariwisata.

Baca juga: RI dan Thailand Paling Banyak Terima Manfaat Transformasi Digital

Nilai tukar baht Thailand merupakan salah satu yang terkuat di antara negara-negara berkembang dalam setahun terakhir. Penguatan baht juga menjadi tantangan bagi perekonomian yang pada saat bersamaan terdampak ketegangan perdagangan global.

"Kekuatan baht Thailand adalah salah satu alasan mengapa jumlah turis asing menurun karena mereka yang datang akan memperoleh sedikit uang dari mata uang mereka untuk dibelanjakan," jelas Ratchakitprakarn.

"Pariwisata adalah salah satu pendorong utama penerimaan negara kita. Saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk memastikan kedatangan (turis) meningkat dan lebih banyak penerimaan yang diperoleh dibanding sebelumnya," imbuh dia.

Baca juga: Durian asal Malaysia dan Thailand akan Bertempur di Pasar China

Pariwisata adalah salah satu komponen penting perekonomian Thailand. Sektor pariwisata menyumbang sekira seperlima dari produk domestik bruto (PDB) ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu.

Ratchakitprakarn menegaskan dirinya masih tetap berpegang pada target kedatangan turis asing sebanyak 39,9 juta pada tahun ini. Angka tersebut merupakan hasil revisi ke bawah.

Akan tetapi, ia tak berkomentar mengenai apakah Thailand akan mencapai target penerimaan negara dari sektor pariwisata sebesar 3,2 triliun baht pada tahun ini.

Baca juga: Kejar Target Devisa Pariwisata 17,6 Miliar Dollar AS, Ini 6 Strateginya

Kedatangan turis asing ke Thailand anjlok menjadi 2,9 juta sepanjang Juni 2019. Angka itu turun dibandingkan 3,03 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Saya akan berbicara dengan menteri keuangan dan gubernur bank sentral terkait apa yang harus dilakukan," ungkap Ratchakitprakarn.

 



Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X