BI Beri Sinyal Jelas Pelonggaran Kebijakan Moneter Bakal Berlanjut

Kompas.com - 23/07/2019, 20:20 WIB
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memaparkan kondisi ekonomi terkini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/7/2019).FIKA NURUL ULYA Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memaparkan kondisi ekonomi terkini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) telah memberikan sinyal jelas bahwa pelonggaran kebijakan moneter bakal terus berlanjut ke depannya. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

"BI sudah memberikan guidance yang cukup terang dan jelas. Pada waktu kami menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bulan Juni lalu, kami bilang akan menurunkan suku bunga. Ternyata benar kami turunkan suku bunga," kata Mirza di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

"Pada saat menurunkan suku bunga 25 bps kemarin, kami bilang akan ada peluang lagi untuk melonggarkan kebijakan moneter," lanjutnya.

Baca juga: BI Masih Buka Peluang Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan

Adanya peluang pelonggaran kebijakan moneter ini, kata Mirza, karena adanya sinyal kuat dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang juga memberikan sinyal bersikap dovish alias bakal melakukan pelonggaran ke depan.

"Di 2019 ini, kita lihat ekonomi dunia mulai melambat, baik di Eropa maupun di China. Sehingga AS putar haluan, yang tadinya menaikkan suku bunga terus jadi memberikan aba-aba bahwa suku bunga akan turun. Memang belum menurunkan, tapi pernyataannya The Fed menunjukkan itu," jelas Mirza.

Adapun menurut Mirza, pelonggaran kebijakan moneter itu bisa bermacam-macam bentuknya, seperti menurunkan GWM, menurunkan suku bunga lebih lanjut, maupun membuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

Baca juga: Turunkan Suku Bunga, BI Ingin Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Sayangnya, Mirza belum bisa menjawab besaran penurunan bila seandainya penurunan itu terealisasi.

"Berapa persen kira-kira penurunannya? Saya enggak bisa jawab itu. Tapi yang bisa saya jawab adalah kita masih punya ruang untuk kelonggaran kebijakan moneter yang lebih lanjut," pungkas Mirza.

Diberitakan sebelumnya, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pekan lalu. Keputusan tersebut didasarkan pada rendahnya perkiraan inflasi ke depan, juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X