Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Berikan Kartu Kredit pada Anak Anda, Ini Alasannya

Kompas.com - 30/07/2019, 10:43 WIB
Fika Nurul Ulya,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

KOMPAS.com - Saat ini banyak orangtua yang memberikan kartu kredit kepada anak-anak mereka. Alasannya agar anak-anak mereka mendapat skor kredit yang lebih baik untuk masa depan bila digunakan dengan bijaksana.

Tetapi, menurut Kevin O'Leary, seorang miliarder dan bintang program televisi Shark Tank mengatakan, hal itu salah. Alih-alih memberikan kartu kredit, lebih baik anak-anak diberikan kartu debit.

“Kapan anak-anak bisa mendapatkan kartu kredit? Tidak akan pernah," kata Kevin O'Leary dikutip CNBC, Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Simak Tips Berikut agar Terhindar dari Penipuan Kartu Kredit

"Alih-alih memberikan kartu kredit, sebagai gantinya mereka lebih baik menggunakan kartu debit dan ajarkan tidak boleh membelanjakan barang apapun dengan kredit," katanya.

Kenapa O'Leary menyarankan demikian? Sebab suku bunga kartu kredit amat besar. Terlebih anak-anak belum bisa berpikir matang. Jika Anda saja yang sudah dewasa masih terjebak ingin menggunakan kartu kredit saat belanja, apalagi anak-anak.

“Faktanya, suku bunga kartu kredit sangat besar. Membayar begitu banyak bunga terlalu gila," sebut dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Erajaya Bakal Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Segini Besarannya

Erajaya Bakal Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Segini Besarannya

Whats New
Jelang Pemilu, Inflasi Inggris Berhasil Turun ke Target 2 Persen

Jelang Pemilu, Inflasi Inggris Berhasil Turun ke Target 2 Persen

Whats New
Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Smartpreneur
OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

Whats New
Tingkat Penggangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Tingkat Penggangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Whats New
Serba Salah Kelas Menengah

Serba Salah Kelas Menengah

Whats New
Dibayangi Pelemahan Rupiah dan 'Capital Outflow', Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Dibayangi Pelemahan Rupiah dan "Capital Outflow", Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Whats New
[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com